Diduga Meningitis, Tujuh Warga Sibetan Dirawat di Rumah Sakit

diduga-meningitis-tujuh-warga-sibetan-dirawat-di-rumah-sakit
Perbekel Desa Sibetan, I Made Beru saat menerima petugas dari Dinas Kesehatan Karangasem untuk penyelidikan epidemiologi dan mencari penyebab dugaan kasus meningitis tersebut
banner 120x600

KARANGASEM, Balifactualnews.com-Virus meningitis akibat terinfeksi bakteri Streptococcus suis mulai menyeruak di Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem Karangasem. Dugaan keberadaan virus itu semakin menguat menyusul ditemukannya 12 warga terserang penyakit dengan gejala serupa seperti demam, pusing, sendi sakit, hingga kaku pada bagian leher. 

Gejala tersebut dialami pasca mereka megibung dan menyantap lawar merah (olahan daging babi berisi darah segar), saat prosesi pernikahan seorang warga Jumat (10/5/2024) lalu. 

Informasi yang dihimpun, Rabu (22/5/2024), menyebutkan, sampai saat ini  sedikitnya ada tujuh orang warga yang dirawat di rumah sakit akibat dampak dari mengkonsumsi lawar merah tersebut. Bahkan dua diantaranya harus menjalani perawatan di RSUP Prof Ngoerah (RSUP Sanglah), karena kondisinya mengalami penurunan kesadaran sehingga harus mendapatkan penanganan lebih serius. 

“Saat megibung di tempat pernikahan memang disediakan menu lawar lawar merah menggunakan darah babi mentah. Dua hari setelah itu  beberapa warga mulai merasakan gejala demam, pusing, sendi sakit, hingga kaku pada bagian leher,” kata Kepala Wilayah Banjar Dinas Kreteg, Kadek Budiarta, siang tadi. 

Dia menjelaskan, sebanyak 12 warga  yang sempat menyantap olahan lawar merah tersebut mulai mengalami gejala demam, Senin (13/5/2024). Dari jumlah itu  empat orang di rawat di RS Bali Med, 1 orang di RSUD Karangasem  dan dua orang dirawat di RSUP Prof Ngoerah. 

“Pagi ini juga ada kabar 4 warga  mengalami gejala serupa. Mereka masih dirawat di rumah masing-masing karena kondisinya masih stabil,” terangnya. ‘

Munculnya dugaan  beberapa warga Banjar Kreteg, Desa Sibetan  terkena meningitis membuat Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem langsung turun  kelapangan untuk melakukan penyelidikan epidemiologi dan mencari penyebab dugaan kasus tersebut. Hasil pelacakan yang dilakukan ditemukan belasan  warga yang mengeluh dengan gejala yang sama seperti demam serta  gejala khas sakit di leher  akibat dugaan ada peradangan di selaput otak. 

“Warga yang sakit masih   menjalani pemeriksaan. Ini kami lakukan untuk mengetahui penyebab pasti atas sakit yang dideritanya. Hasil pelacakan yang dilakukan, kami belum berani membuat kesimpulan. Tapi dari gejala yang dialami kuat dugaan mengarah ke Meningitis. Dugaan ini diperkuat karena ada klaster  yang riwayat mengkonsumsi jenis makanan yang sama,”jelas Kepala Dinas Kesehatan Karangasem, I Gusti Bagus Putra Pertama. (dev/tio/bfn)