Dinkes Karangasem Gencarkan Vaksinasi Campak untuk Anak-anak

KARANGASEM, Balifactualnews.com – Kasus campak kembali mencuat di Kabupaten Karangasem. Hingga Agustus 2025, sebanyak 36 kasus positif tercatat oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Karangasem. Kasus tersebut terdeteksi setelah petugas mengambil ratusan sampel suspek dari berbagai desa, di antaranya Subagan, Bungaya Kangin, dan Karangasem.

Kepala Dinas Kesehatan Karangasem, I Gusti Bagus Putra Pertama, menjelaskan bahwa seluruh pasien positif campak telah mendapatkan penanganan medis. Rata-rata penderita adalah anak-anak di bawah usia 10 tahun yang memiliki sistem kekebalan tubuh masih rentan.

“Gejala awal biasanya demam, batuk, dan ruam di kulit. Penyakit ini tergolong ringan, tapi penularannya sangat cepat, sehingga perlu diwaspadai,” jelasnya.

Menekan penularan virus tersebut, Dinkes Karangasem kini menggencarkan vaksinasi campak di seluruh wilayah. Hingga saat ini, capaian vaksinasi diperkirakan sudah berada di kisaran 70–80 persen. Program imunisasi ini dilakukan secara terintegrasi dengan melibatkan sekolah-sekolah, mulai dari PAUD, TK hingga SD.

“Kami menghimbau para orang tua agar memastikan anak-anak mendapatkan imunisasi dasar lengkap. Vaksinasi sangat penting agar anak-anak tidak hanya terlindungi dari campak, tapi juga dari berbagai penyakit menular lainnya,” tegas Putra Pertama.

Dinkes Karangasem juga menggandeng Kementerian Agama (Kemenag) serta Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) untuk memperluas cakupan vaksinasi, terutama di lingkungan madrasah dan taman kanak-kanak (TK). Upaya ini dilakukan agar program vaksinasi bisa menjangkau lebih banyak anak dari berbagai latar belakang pendidikan.

Selain itu, sosialisasi terus digencarkan agar masyarakat memahami pentingnya imunisasi dasar. Edukasi mengenai pencegahan penularan campak juga dilakukan melalui posyandu dan fasilitas kesehatan desa.

Meski kasus positif campak sudah mencapai 36, Dinkes Karangasem menegaskan bahwa situasi masih terkendali. Semua pasien sudah mendapatkan perawatan dan dipantau secara intensif. Dengan dukungan vaksinasi masif serta partisipasi aktif orang tua, pemerintah daerah optimis penyebaran campak bisa ditekan.

“Kerja sama semua pihak sangat penting. Kalau cakupan vaksin bisa dituntaskan, kita harapkan kasus campak tidak lagi meningkat,” pungkasnya. (tio/bfn)

Exit mobile version