Disnakertrans Karangasem Genjot Program Pelatihan dan Job Fair Tekan Angka Pengangguran

disnakertrans-karangasem-genjot-program-pelatihan-dan-job-fair-tekan-angka-pengangguran
Disnakertrans gelar Job Fair, Jumat(26/9)

KARANGASEM, Balifactualnews.com – Angka pengangguran di Kabupaten Karangasem tercatat mencapai 5.285 orang, atau 1,63 persen dari total jumlah penduduk. Data tersebut menunjukkan bahwa pengangguran tersebar di seluruh kecamatan, termasuk Kubu, Karangasem, Rendang, Bebandem, dan wilayah lainnya.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Karangasem, I Ketut Mertadina, menjelaskan bahwa mayoritas pengangguran berasal dari lulusan SMP dan SMA. “Tingkat pengangguran lulusan SMP ke bawah mencapai 1,79 persen,” ungkap Mertadina, Jumat (26/9/2025).

Baca Juga : Bangli Gagas Program Sekolah HAKI, Upaya Lindungi Karya dan Budaya Menuju Masyarakat Sejahtera

Menurutnya, sulit memastikan penyebab pasti tingginya angka pengangguran ini. Namun, ia menduga generasi Z memiliki kecenderungan untuk lebih selektif dalam memilih pekerjaan, sehingga banyak di antara mereka yang belum bekerja. Hal ini terlihat dari rendahnya minat Gen Z mengikuti pelatihan yang telah disediakan pemerintah.

“Padahal fasilitas pelatihan yang kami sediakan sangat lengkap. Mulai dari otomotif, service AC, desain grafis, kelistrikan, tata rias, administrasi perkantoran, tata boga, dan berbagai bidang lainnya,” jelasnya.

Baca Juga : Wabup Tjokorda Gde Surya Putra Lepas Funwalk With Genre Klungkung Re-Kreasi

Untuk mengatasi masalah ini, Disnakertrans Karangasem terus melakukan berbagai upaya, salah satunya dengan menggelar job fair. Pada kegiatan terakhir, 20 perusahaan ikut serta membuka lowongan kerja dengan total 4.579 posisi yang ditawarkan.

Lowongan tersebut mencakup perkantoran, perhotelan, sales, supervisor, hingga program magang ke luar negeri. Job fair ini mendapat respons positif dari masyarakat, terutama untuk posisi magang di luar negeri.

Selain itu, pemerintah juga menghadirkan Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) yang diselenggarakan oleh UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Karangasem. Tahun 2025 ini, dibuka tiga program pelatihan utama, yaitu pembuatan roti dan kue, administrasi perkantoran, serta housekeeping.

“Seleksi peserta pelatihan sudah dilakukan pagi tadi, dan jika berjalan sesuai rencana, pelatihan akan dimulai pada Oktober 2025. Program ini sepenuhnya didanai oleh APBD Karangasem,” tutup Mertadina.

Dengan berbagai program ini, pemerintah berharap angka pengangguran di Karangasem dapat ditekan, sekaligus meningkatkan keterampilan masyarakat agar mampu bersaing di dunia kerja, baik di dalam negeri maupun internasional. (ger/bfn)

Exit mobile version