Duh, Imbang 0 – 0 Lawan Borneo FC, Teco Anggap Pemain Harus Tenang

duh-imbang-0-0-lawan-borneo-fc-teco-anggap-pemain-harus-tenang
Ket Foto : Yabes Roni Malaifani (kanan) saat berhadapan dengan kiper Borneo FC. Foto : bfn/ist
banner 120x600

GIANYAR, Balifactualnews.com – Laga perebutan juara III leg I pada Championship Series Liga I antara Bali United menjamu Borneo FC di Stadion Dipta Gianyar, Sabtu (25/5/2024) malam cukup seru. Bahkan skuad Serdadu Tridatu sempat bermain dengan 10 pemain setelah Eber Bessa di kartu merah menit 60 sebelum akhirnya duel berakhir imbang tanpa gol alias 0 – 0.

Kondisi dan situasi itu jelas harus membuat Made Andhika dkk harus kerja keras untuk bisa meraih kemenangan di leg kedua yang akan berlangsung di Stadion Batakan, Balikpapan pada 30 Mei nanti. Otomatis pada leg kedua nanti, Bali United tidak akan diperkuat Eber Bessa yang mendapatkan kartu merah setelah wasit Yudi Nurcahya.
Jelasnya, hasil imbang tersebut dianggap sebagai hasil positif dan membuat Pelatih Borneo FC Pieter Huistra senang. Dirinya menganggap hasil yang diraih anak asuhnya kali ini bisa jadi modal yang sangat berharga untuk leg kedua nanti.

“Umumnya kalau leg pertama 0-0 bagus. Artinya harus diselesaikan d kandang. Tapi kami tadi bermain melawan 10 pemain, seharusnya kami bisa berharap untuk membuat peluang serta mencetak gol. Itu justru lebih bagus,” kata Huistra usai laga timnya.

Uniknya, pada pertandingan malam itu Pieter Huistra merubah gaya permainan Borneo FC. Tanpa winger yang dipakai justru menambah satu penyerang yakni Habibi Yusuf menggantikan Wiljan Pluim.

“Kami menambah striker selain Felipe Cadenazzi dan mencoba bermain lebih menyerang. Akhirnya Bali United bermain lebih bertahan dengan 10 pemain di depan gawang. Tapi, pertahanan Bali United tidak mudah ditembus dan kami harus hati-hati dengan serangan balik Bali United,” tegasnya.

Sementara itu, pelatih Bali United Stefano “Teco” Cugurra menilai para pemainya telah bermain bagus kedati hanya dengan 10 pemain setelah Eber Bessa mendapatkan kartu merah. “Pada 45 menit kedua kami hanya bermain dengan 10 pemain dan bisa bertahan bagus saat Borneo FC menyerang. Hanya saja kami memiliki banyak peluang dan harus lebih tenang lagi untuk penyelesaian akhir agar bisa mencetak gol,” terang pelatih yang membawa Bali United juara Liga 1 itu sebanyak 2 kali.

Teco juga sadar jika skuad asuhan Pieter Huistra memiliki winger yang memiliki kecepatan. Itu sebabnya Teco memilih skema pertahanan pasif. Terbukti bek sayap Bali United tidak maju membantu serangan. “Bek kiri dan kanan kami harus fokus bertahan agar pemain mereka tidak bisa melewati pertahanan kami,” tandasnya. (ena/bfn)