Enam Analis Kebencanaan BPBD Karangasem Dilantik, Bupati Tekankan Profesionalisme dan Kolaborasi

enam-analis-kebencanaan-bpbd-karangasem-dilantik-bupati-tekankan-profesionalisme-dan-kolaborasi
Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata melantik enam pejabat fungsional Analis Kebencanaan BPBD Karangasem di Aula BKPSDM, Jumat (7/8), disaksikan Wakil Bupati Pandu Prapanca Lagosa, Sekda I Ketut Sedana Merta, serta jajaran pejabat Pemkab Karangasem.

KARANGASEM, Balifactualnews.com – Pemerintah Kabupaten Karangasem resmi melantik enam pejabat fungsional Analis Kebencanaan di lingkungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem. Pelantikan yang berlangsung di Aula Kantor BKPSDM Karangasem, Jumat (7/8), dipimpin langsung Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata.
Pelantikan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Karangasem Pandu Prapanca Lagosa, Sekretaris Daerah I Ketut Sedana Merta, para asisten Setda, serta pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemkab Karangasem.

Dalam sambutannya, Bupati I Gusti Putu Parwata mengucapkan selamat kepada para aparatur sipil negara yang resmi mengemban jabatan fungsional Analis Kebencanaan. Menurutnya, jabatan fungsional merupakan jabatan profesional sekaligus bentuk pengakuan negara terhadap kompetensi dan keahlian ASN.

“Saya mengucapkan selamat kepada seluruh ASN yang hari ini resmi dilantik sebagai pejabat fungsional Analis Kebencanaan. Jadikan pelantikan ini sebagai suntikan semangat untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, bekerja dengan penuh dedikasi, loyalitas, serta mampu menunjukkan prestasi dalam setiap tugas yang diemban,” tegasnya.

Bupati mengingatkan bahwa Karangasem merupakan kabupaten dengan indeks risiko bencana tertinggi di Bali. Kondisi tersebut menjadikan peran Analis Kebencanaan sangat strategis dalam memperkuat mitigasi, kesiapsiagaan, hingga penanganan bencana secara cepat, tepat, dan terukur.

Karena itu, ia menekankan tiga nilai utama yang harus menjadi pegangan para pejabat fungsional yang baru dilantik, yakni profesionalisme, integritas, dan kolaborasi.

“Karangasem memiliki indeks risiko bencana tertinggi di Bali. Karena itu saya menekankan tiga hal penting, yakni profesionalisme, integritas, dan kolaborasi. Jalankan tugas tanpa kompromi terhadap praktik yang merugikan publik, serta bangun komunikasi dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar penanggulangan bencana berjalan lebih efektif,” ujar Bupati.

Selain dituntut bekerja cepat dan teliti, para Analis Kebencanaan juga diminta segera beradaptasi dengan tugas barunya melalui pendekatan yang komunikatif, kolaboratif, dan responsif demi meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Adapun enam pejabat fungsional yang dilantik yakni Ketut Suardana, SH sebagai Analis Kebencanaan Ahli Madya, I Made Sumeka Regen, ST., MAP, Ni Putu Cintya Devi Widyaningsih, SIP, Ni Wayan Ayu Primayuli Mahayani, S.Sos, Ni Made Widyayanti, S.Sos, serta Desak Made Supraba Dewi, S.Sos.

Sementara itu, Kepala BKPSDM Kabupaten Karangasem, Tjok Alit Surya Prabawa, menjelaskan bahwa pengangkatan pejabat fungsional tersebut merupakan bagian dari program Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui mekanisme penyesuaian jabatan.

Menurutnya, kesempatan tersebut menjadi keuntungan bagi daerah karena pengangkatan dilakukan tanpa melalui uji kompetensi dan merupakan yang pertama kalinya dilaksanakan untuk jabatan fungsional Analis Kebencanaan.

“Kita sangat beruntung karena pengangkatan ini dilakukan melalui mekanisme penyesuaian tanpa proses uji kompetensi. Ini juga menjadi pengangkatan pertama untuk jabatan fungsional Analis Kebencanaan di Kabupaten Karangasem,” ujar Tjok Alit.

Dengan pelantikan ini, Bupati Gus Par berharap kapasitas kelembagaan BPBD semakin kuat sehingga mampu meningkatkan kualitas mitigasi, kesiapsiagaan, dan penanganan bencana di wilayah yang dikenal memiliki tingkat risiko bencana tertinggi di Bali. (tio/bfn)