Gus Par Mutasi 65 Pejabat, Perkuat Kinerja dan Reformasi Birokrasi Pemkab Karangasem

gus-par-mutasi-65-pejabat-perkuat-kinerja-dan-reformasi-birokrasi-pemkab-karangasem
Pemerintah Kabupaten Karangasem kembali melakukan penataan organisasi melalui rotasi dan mutasi pejabat struktural. Sebanyak 65 pejabat resmi dilantik dan menempati posisi baru dalam upaya memperkuat efektivitas pemerintahan daerah. Prosesi pelantikan berlangsung di Wantilan Sabha Prakerthi, Kantor Bupati Karangasem, Selasa (31/3/2026).

KARANGASEM, Balifactualnews.comPemerintah Kabupaten Karangasem kembali melakukan penataan organisasi melalui rotasi dan mutasi pejabat struktural. Sebanyak 65 pejabat resmi dilantik dan menempati posisi baru dalam upaya memperkuat efektivitas pemerintahan daerah. Prosesi pelantikan berlangsung di Wantilan Sabha Prakerthi, Kantor Bupati Karangasem, Selasa (31/3/2026).

Penyegaran birokrasi tersebut mencakup tiga pejabat pimpinan tinggi pratama, 25 pejabat administrator, dan 37 pejabat pengawas. Acara pelantikan turut dihadiri Wakil Bupati Karangasem I Pandu Prapanca Lagosa, Sekretaris Daerah I Ketut Sedana Merta, Ketua DPRD Karangasem I Wayan Suastika, serta jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Dalam mutasi kali ini, sejumlah posisi strategis mengalami pergantian. Made Agus Budiasa mendapat amanah baru sebagai Asisten II Bidang Perekonomian setelah sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD). Sementara itu, Ida Bagus Ketut Arimbawa yang sebelumnya memimpin Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dipercaya mengisi jabatan Asisten I Bidang Pemerintahan.

Perubahan juga terjadi pada posisi I Nyoman Tari yang kini bertugas sebagai staf ahli. Selain itu, Ni Made Swastiningsih memperoleh promosi jabatan sebagai Sekretaris Bappeda Karangasem setelah sebelumnya menjabat Kepala Bidang Rekonstruksi dan Rehabilitasi pada BPBD. Sejumlah pejabat lainnya juga mengalami rotasi sebagai bagian dari penyelarasan kebutuhan organisasi.

Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata atau yang akrab disapa Gus Par, menegaskan bahwa mutasi merupakan bagian dari upaya memperkuat kapasitas birokrasi dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan daerah. Menurutnya, perpindahan jabatan tidak semata-mata dimaknai sebagai pergantian posisi, tetapi juga sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Dalam arahannya, Gus Par meminta para pejabat yang baru dilantik untuk terus mengembangkan inovasi dan meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugas. Ia menilai birokrasi modern membutuhkan aparatur yang mampu beradaptasi dengan perubahan dan menghasilkan terobosan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Selain itu, para pejabat juga diingatkan untuk menciptakan lingkungan kerja yang demokratis dan humanis, memperkuat kerja sama lintas sektor, menjaga kedisiplinan, serta menjalankan tugas dengan penuh ketelitian dan tanggung jawab.

“Mutasi ini harus menjadi energi baru untuk meningkatkan kinerja pemerintahan. Saya tidak ingin aparatur hanya bekerja secara rutin, tetapi mampu menghadirkan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat Karangasem,” tegas Gus Par.

Bupati juga menyoroti pentingnya integritas sebagai fondasi utama dalam menjalankan roda pemerintahan. Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah sangat bergantung pada kualitas pelayanan dan komitmen aparatur dalam melaksanakan tugas secara profesional.

Meski sejumlah posisi telah terisi melalui mutasi kali ini, masih terdapat beberapa jabatan pimpinan perangkat daerah yang belum terisi definitif. Kekosongan tersebut berada pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Dinas Lingkungan Hidup.

Gus Par berharap seluruh pejabat yang mendapat amanah baru mampu bekerja secara maksimal dan menjadikan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pemerintah daerah tidak hanya diukur dari program yang dijalankan, tetapi juga dari tingkat kepercayaan publik yang berhasil dibangun.

“Saya mengajak seluruh pejabat untuk bekerja dengan penuh dedikasi, menjaga integritas, dan selalu mengutamakan pelayanan kepada masyarakat. Pada akhirnya, keberhasilan kita akan dinilai dari manfaat yang dirasakan masyarakat serta kepercayaan yang mereka berikan kepada pemerintah,” pungkasnya. (ger/bfn)

Exit mobile version