KARANGASEM, Balifactualnews.com — Jalan produksi di Subak Selat, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem, sepanjang 1.430 meter resmi rampung dibangun melalui anggaran perubahan tahun 2025 dengan nilai Rp476.190.000. Infrastruktur tersebut menjadi akses strategis yang menghubungkan Desa Selat dan Desa Amertha Bhuana, sekaligus memperkuat sektor pertanian dan pariwisata berbasis desa.
Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata menegaskan, pembangunan jalan produksi merupakan bentuk keberpihakan pemerintah daerah terhadap petani dan sistem subak sebagai pilar ketahanan pangan.
“Jalan produksi bukan sekadar infrastruktur, tetapi urat nadi pertanian. Dengan akses yang baik, petani bisa lebih mudah membawa hasil panen, pupuk, dan sarana produksi. Ini langkah nyata memperkuat swasembada pangan di Karangasem,” tegas Parwata saat peresmian.
Jalan tersebut melayani kawasan Subak Selat seluas 143,95 hektare yang terdiri atas 23 tempek dengan produktivitas mencapai 8,8 ton per hektare. Potensi itu, menurut Parwata, harus didukung dengan akses yang layak agar nilai ekonomi pertanian meningkat.
“Kami tidak ingin petani terus dirugikan hanya karena akses jalan yang buruk. Infrastruktur harus hadir sampai ke sawah, bukan berhenti di jalan utama,” ujarnya.
Kelihan Subak Selat, I Ketut Artawan, mengungkapkan rasa syukur atas terealisasinya pembangunan jalan yang telah lama diperjuangkan. Sejak dibuka pada 2017, jalan tersebut masih berupa jalan tanah dan belum pernah tersentuh perbaikan meski diusulkan sejak 2018.
“Selama ini petani sangat kesulitan. Jalan bergelombang, becek, dan sering tergenang air saat hujan. Mengangkut hasil panen benar-benar berat. Tahun ini perjuangan kami akhirnya terjawab,” ungkap Artawan.
Selain mendukung pertanian, Parwata menyebut jalan produksi ini juga memiliki nilai strategis untuk pengembangan desa wisata. Jalur yang menghubungkan dua desa tersebut dinilai potensial untuk aktivitas wisata alam.
“Tren wisata sekarang adalah tracking dan sport tourism. Jalan ini bisa kita kembangkan untuk itu. Bahkan tidak menutup kemungkinan pada 2026 kita gelar kegiatan seperti fun run untuk menggerakkan ekonomi desa,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya perawatan jalan oleh krama subak agar manfaatnya berkelanjutan.
“Saya titip, jalan ini dirawat bersama. Kalau infrastrukturnya terjaga, hasil pertanian meningkat, ekonomi tumbuh, dan kesejahteraan krama subak ikut naik,” katanya.
Kedepan, hasil pertanian dari Subak Selat juga diarahkan untuk diserap melalui perusahaan daerah (perseroda) dan disalurkan ke program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Petani harus punya kepastian pasar dan harga yang adil. Pemerintah hadir memastikan itu,” pungkas Parwata. (tio/bfn)
