Jelang Arus Mudik, Petugas Gabungan Sidak Kelaikan Kapal di Gilimanuk

________________________________________________________________________________

JEMBRANA — Arus mudik segera tiba. Berbagai persiapan telah dilakukan di Pelabuhan Gilimanuk. Pedagang juga mulai memasang tenda dan membuat warung dadakan sepanjang jalan Cekik Gilimanuk. Menjelang arus mudik lebaran, petugas gabungan dari Syahbandar, Satpol Air, ASDP, Rabu (15/5/19) juga melakukan pemeriksaan kelaikan kapal.

Pemeriksaan kelaikan kapal dilakukan, menyusul terjadinya insiden di Selat Bali Selasa (14/5/19 ). Akibat cuaca buruk tersebut sebuah mobil Avanza dan L 300 dibelakangnya tertimpa truk yang tidak kuat menahan goyangan kapal.

Pemeriksaan kapal ini dilakukan untuk memastikan semua kapal siap beroperasi selama arus mudik lebaran nanti. Dalam pemeriksaan kelaikan kapal ini, petugas pemeriksa keselamatan kapal atau marine inspektor tidak hanya mengecek alat komunikasi serta sarana dan prasarana pendukung di dalam ruang kemudi tapi juga dokumen pelayaran lainnya.


“Pengecekan berlanjut terhadap alat keselamatan seperti tabung pemadam kebakaran dan jaket keselamatan. Pengecekan kapal dilakukan untuk memastikan kapal-kapal yang melayani penyeberangan di Selat Bali tidak ada yang bermasalah saat arus mudik,” ucap Kesyahbandaran OPP Kelas II Gilimanuk Dimas Adrianto
Pemeriksaan itu dilakukan secara menyeluruh terhadap 56 kapal yang melayani penyebrangan di Selat Bali itu.

Pemeriksaan itu difokuskan kepada alat keselamatan yang ada di kapal baik untuk penumpang dan awak kapal serta kapal itu sendiri. Satu persatu alat keselamatan yang ada di dalam kapal diperiksa. Diawali dengan memeriksa ketersediaan dan kondisi life jaket untuk penumpang dan ABK serta sekoci dan life grab serta pelampung.

Selain itu dokumen yang dipersyaratkan untuk setiap kapal juga diperiksa masa berlakunya. Dari pengecekan itu rata-rata semua alat keselamatan penumpang dan ABK serta alat penyelamatan kapal kondisinya masih layak.

Dimas mengatakan, secara umum dari pengecekan yang dilakukan di alat keselamatanya kondisinya bagus dan lengkap. Artinya semua kapal memiliki alat keselamatan sesuai standar yang bisa digunakan untuk meminimalisir terjadinya korban.


“Jadi secara umum karena sudah tersertifikasi dan sudah diuji sebelumnya oleh badan inspector penerbit dokumen, kapal masih layak laut dan siap untuk mengikuti arus lebaran tahun ini,” jelasnya.

Nahkoda KMP Marina Pratama, Kurniawan, mengatakan kegiatan tersebut untuk mengantisipasi arus mudik lebaran untuk perawatan rutin termasuk alat keselamatan.

“Kami selalu berkoordinasi dengan syahbandar dan SCT untuk mendapatkan informasi yang terkini,” jelasnya.

Sementara petugas pemeriksa keselamatan kapal atau marine inspekctor juga meminta semua kapal untuk selalu memasang tali pengikat kendaraan penumpang di dalam kapal mengingat cuaca buruk kerap terjadi di Selat Bali yang bisa mengancam kendaraan di dalam kapal terbalik dan menimpa kendaraan lainnya. Diharapkan dengan rutin melakukan pengecekan ini, 56 kapal yang biasa beroperasi di Selat Bali siap menghadapi arus mudik lebaran 2019 ini. (dod/tio)

Exit mobile version