DENPASAR, Balifactualnews.com – Perseden Denpasar sudah menyandang predikat dua kali juara di dua musim secara berturut-turut Liga 3 Provinsi Bali. Tapi itu belum cukup. Tim dibawah naungan Askot PSSI Denpasar ini menancapkan target untuk juara ketiga kalinya pada Porprov Bali XV tahun 2022. Target yang dipasang itu tidak muluk-muluk, karena Perseden Denpasar diisi para pemain bertalenta.
Meski tidak terang-terangan diutarakan , namun persoalan anggaran akibat kendali menjadi dugaan kuat sebagai penyebabnya. Pasalnya untuk mengarungi liga 3 mulai level provinsi sampai nantinya lolos ke level nasional setidaknya membutuhkan dana sekitar Rp 1 miliar.
Humas Askot PSSI Denpasar Dewa Rai Ketika dikonfirmasi soal itu lebih cenderung membahas target juara Porprov Bali. “Kami memang lebih fokus di Porprov Bali untuk menjadi juara. Kai tidak pancag target di Liga 3 karena memang ajang itu sebenarnya ajang untuk menempa mental, kekompakan dan kesolidan tim sepakbola Porprov Denpasar. Karena itulah tim liga 3 kami turunkan pemain Porprov Bali,” ungkap Dewa saat dihubungi, Minggu (14/8/2022).
Selain tanpa target di Liga 3 karena kompetisi itu sebagai ajang mematangkan segala hal terhadap pemain Porprov Denpasar, juga karena para pemain Porprov Denpasar yang turut liga tersebut juga memiliki usia setidaknya 2 sampai tiga tahun lebih muda dari pemain tim lainnya.
“Karena lebih fokus di Porprov Denpasar dan itu merupakan prioritas target sebenarnya maka kompetisi Liga 3 Provinsi Bali tepat untuk menguji para pemain muda. Apalagi lawannnya pastinya mayoritas merupakan pemain seniornya,” beber pria yang juga Kabag Humas Pemkot Denpasar itu.
Semua itu diakuinya selain untuk mengejar prestasi mengkilap di Porprov Bali 2022 juga pastinya untuk pembinaan para pemain tersebut. “Pastinya kalau mereka tampil bagus dan juara di Porprov Bali 2022 maka itu suatu prestasi lanjutan untuk sepakbola Denpasar dan itu akan tetap kami jaga,” pungkas Dewa Rai. (ena/bfn)
