BANGLI, Balifactualnews.com – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Bangli ke-822, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bangli menggelar “Bangli Fashion Parade & Competition 2026” di Alun-alun Bangli, Senin (11/5/2026). Kegiatan ini menjadi wadah kreativitas bagi pelajar dan desainer muda dalam mengolah kain tenun ikat tradisional Bali menjadi busana kasual yang modern dan berdaya saing.
Acara tersebut dihadiri langsung Bupati Bangli SN Sedana Arta selaku Pembina Dekranasda Kabupaten Bangli bersama Ketua Dekranasda Kabupaten Bangli Ny. Sariasih Sedana Arta. Turut hadir Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar beserta Ny. Suciati Diar, Sekretaris Daerah Kabupaten Bangli, jajaran Forkopimda, pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Bangli, serta pengurus Dekranasda Kabupaten Bangli.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan fashion semata, tetapi juga bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menghidupkan sektor ekonomi kreatif sekaligus melestarikan warisan budaya kain tenun khas Bangli agar tetap diminati generasi muda.
Kompetisi diikuti oleh perwakilan SMA, SMK, hingga Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) dari berbagai daerah di Bali. Para peserta menampilkan rancangan busana berbahan kain tenun ikat dengan konsep kekinian yang dinilai langsung oleh dewan juri profesional, yakni Drs. Tjokorda Gde Abinanda Sukawati, M.Sn., Anak Agung Sagung Istri Karina Prabasari, S.H., M.Kn., dan Kadek Tresnajaya.
Ketua Dekranasda Kabupaten Bangli, Ny. Sariasih Sedana Arta, mengatakan tenun ikat bukan hanya sekadar kain tradisional, melainkan identitas budaya yang harus terus dijaga dan dikembangkan.
“Melalui parade dan kompetisi ini, kami ingin mengajak generasi muda agar bangga menggunakan kain tradisional sekaligus berani berkreasi mengolahnya menjadi busana yang cocok dipakai sehari-hari. Kreativitas menjadi kunci agar tenun ikat tidak punah, tetapi semakin dicintai masyarakat dan mampu bersaing hingga pasar internasional,” ujarnya.
Ia menambahkan, Dekranasda Bangli akan terus mendorong pelatihan dan pembinaan bagi pengrajin serta desainer muda guna meningkatkan kualitas dan inovasi produk tenun daerah.
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri yang dituangkan dalam berita acara tertanggal 11 Mei 2026, SMK Negeri 1 Bangli berhasil meraih Juara I dengan nilai 280. Posisi Juara II diraih SMA Negeri 1 Bangli, sedangkan Juara III diraih SMK Negeri 3 Bangli.
Sementara itu, Juara Harapan I diraih Mediteranian Bali-Bangli, Juara Harapan II SMA Negeri 2 Bangli, dan Juara Harapan III SMA Negeri 1 Susut.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan piala dan penghargaan kepada para pemenang oleh Ketua Dekranasda bersama jajaran pimpinan daerah. Melalui ajang ini, Pemerintah Kabupaten Bangli berharap kain tenun ikat khas daerah semakin dikenal luas dan mampu menembus pasar nasional hingga internasional melalui sentuhan desain modern karya generasi muda. (bro/bfn)
