Karangasem Meski Serius Tangani Kasus HIV/AIDS, Hingga Juni Tercatat Belasan Kasus

karangasem-meski-serius-tangani-kasus-hiv-aids-hingga-juni-tercatat-belasan-kasus
Kepala Dinas Kesehatan Karangasem, dr. I Gusti Bagus Putra Pertama

KARANGASEM, Balifactualnews.com – Kabupaten Karangasem masih menghadapi tantangan serius dalam penanganan HIV/AIDS. Berdasarkan data terbaru dari Dinas Kesehatan Karangasem, hingga Juni 2025 tercatat belasan kasus baru yang menambah jumlah kumulatif penderita penyakit ini di daerah tersebut.

Angka ini menunjukkan bahwa upaya pencegahan dan penanganan HIV/AIDS masih perlu ditingkatkan untuk mengurangi penyebaran penyakit dan memberikan dukungan yang memadai bagi mereka yang terdampak.

Kepala Dinas Kesehatan Karangasem, dr. I Gusti Bagus Putra Pertama, Selasa(3/7),mengungkapkan, tahun 2024 terdapat 41 kasus HIV/AIDS di wilayahnya. Kasus-kasus ini tersebar di beberapa kecamatan, dengan rincian sebagai berikut: Kecamatan Karangasem 6 kasus, Manggis 4 kasus, Rendang 5 kasus, Selat 7 kasus, Bebandem 5 kasus, Abang 6 kasus dan Kubu 4 kasus. Selain itu, terdapat 4 kasus dari luar daerah.

“Dari total 41 kasus tersebut, 15 di antaranya adalah kasus HIV, sedangkan 26 kasus lainnya adalah AIDS. Data ini menunjukkan bahwa penanganan HIV/AIDS masih menjadi prioritas bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan kesadaran dan pencegahan,” kata Putra Pertama.
Putra Pertama, mengungkapkan bahwa dari Januari hingga Juni 2025, terdapat 14 kasus HIV/AIDS di daerah tersebut. Kasus-kasus ini tersebar di beberapa kecamatan, yaitu Karangasem 1 kasus, Manggis 3 kasus, Sidemen 2 kasus, Selat 2 kasus, Abang 2 kasus, dan Kubu 4 kasus.

Dari total 14 kasus tersebut, 9 di antaranya adalah kasus AIDS dan 5 kasus lainnya adalah HIV. Sementara itu, Kecamatan Rendang dan Bebandem dilaporkan tidak memiliki kasus HIV/AIDS selama periode tersebut.

Data menunjukkan, bahwa HIV/AIDS di Karangasem menyerang berbagai kelompok umur, mulai dari remaja hingga dewasa lanjut. Pada tahun 2024, kasus tercatat pada kelompok umur 20-50 tahun ke atas, sedangkan tahun 2025, kasus ditemukan pada kelompok umur 15-50 tahun ke atas.

Penyebab kasus HIV/AIDS di Karangasem disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk hubungan seksual berganti-ganti pasangan, penggunaan jarum suntik yang tidak steril, dan faktor lainnya. Oleh karena itu, Dinas Kesehatan Karangasem menghimbau masyarakat untuk menghindari perilaku berisiko yang dapat meningkatkan kemungkinan terjangkit HIV/AIDS.
Masyarakat diimbau untuk melakukan hubungan seksual yang aman dengan menggunakan kondom, terutama dalam kondisi berisiko tinggi, serta menghindari penggunaan jarum suntik bersama. Dengan meningkatkan kesadaran dan mengambil langkah-langkah pencegahan, diharapkan penyebaran HIV/AIDS dapat ditekan dan masyarakat dapat terlindungi dari penyakit ini. (tio/bfn)