KARANGASEM, Balifactualnews.com — Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) di Pura Agung Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, yang berlangsung (nyejer) selama 21 hari akhirnya mesineb, Rabu (26/4) sekitar pukul 17.30.
Prosesi penyineban yang dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster dan para kepala daerah, itu dipuput enam orang sulinggih. Enam sulinggih yang muput itu, enam diantaranya muput di Bele Gajah, satu sulinggih muput di pengerajeg dan satu sulinggih muput dalam prosesi pengemit karya. Sebelum ritual penyineban berlangsung, pagi harinya dilaksanakan upcara bhakti penganyar dari panitia Besakih.
Ketua Panitia Karya IBTK Pura Agung Besakih, Jro Mangku Widiasrtha, mengatakan, eedan prosesi penyineban diawali dari Ida Sulinggih mulai mepuja pukul 14.30. Pukul 15.30 sampai pukul 16.00 dilaksanakan persembahyangan bersama.
Setelah itu, pukul16.30 dilaksanakan nuwek bagia pulekerti, kemudian pukul 17.00 Ida Bhatara tedun katuran tetingkeb dan kembali (mewali ) ke masing-masing pelinggih untuk distanakan. “ Ida Bhatara mesineb pukul 17.30 Wita dilanjutkan prosesi mendem bagia pulekerti,” ucap Widiartha.
Widartha yang juga Bendesa Adat Besakih, menambahkan, setelah semua pralingga Ida bhatara kembali ke palinggih masing-masing (di semua komplek Pura yang ada di Besakih), dilanjutkan dengan prosesi pengrajeg dan pengemit karya sampai di ambal-ambal.
“Prosesi penyeniban berakhir setetalah dilaksanakan tetinggkeb dan di masing-masing dilaksanakan persembahyangan oleh pengempon,” pungkasnya. (tio/bfn)
