Kasus Meninggal Dunia Akibat Covid-19 Bertambah

* Sempat Sehari Menjalani Perawatan di RSUD Karangasem

Pemakaman salah seorang warga Desa Adat Bugbug    yang meninggal di RSUD Karangasem, Rabu (15/7/20) siang tadi, dilakukan dengan protokol penanganan Covid-19.

KARANGASEM, Balifactualnews.com—Warga Karangasem yang meninggal akibat terpapar Covid-19, bertambah. Rabu (15/7/20) dilaporkan ada dua warga  yang meninggal   setelah menjalani perawatan di RSUD Karangasem.

Kedua korban itu, satu diantaranya pasien dalam pengawasan (PDP),  berusia 7 tahun asal Banjar Kesimpar Kawan, Desa Kesimpar, Kecamatan Abang dan satu lagi  adalah  pasien wanita positif Covid-19 ,  berusia 55 tahun asal Desa Bugbug, Kecamatan Karangasem.

Informasi yang dihimpun menyebutkan,  kedua pasien itu datang ke RSUD Karangasem, Selasa (14/7/20)   dengan  gejala   sakit yang berbeda. PDP  usia 7  tahun asal Kedimpar dilarikan ke RSUD Karangasem dengan gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), sempat dirawat sehari korban akhirnya meninggal dunia. Sedangkan  wanita asal Bugbug datang ke rumah sakit milik Pemkab Karangasem itu dengan gangguan di paru-paru. Sebelum meninggal dunia, warga asal Banjar Tengah, Desa Bugbug ini sudah dilakukan SWAB dan hasilnya positif Covid-19. Namun siang tadi korban dinyatakan sudah meninggal dunia.

“Pemusalaran (pemakaman) kedua korban ini sudah dilakukan di  kuburan desa adat masing-masing dengan menggunakan protokol penanganan Covid-19,” ucap sumber berkompeten media ini.

Prosesi pemakaman PDP usia 7 tahun di Kuburan Desa Adat Kesimpar, Rabu (15/7/20) siang tadi, petugas menggunakan APD Lengkap

Dikonfirmasi terpisah, Kelian Adat Desa Adat Bugbug, Jro Wayan Mas Suyasa. mengakui, bahwa ada salah satu warganya yang meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUD Karangasem. Bahkan mantan Wakil Ketua DPRD Karangasem ini mengatakan,  pemulasaran wanita  yang menjadi korban Covid-19, itu sudah dilakukan sore tadi sekitar pukul 16.30 Wita.

“Pemakamannya sudah dilakukan sore tadi. Petugas yang memakamkan jenazah korban menggunakan APD lengkap, sesuai protokol penanganan Covid-19,” ucap Mas Suyasa.

Adanya satu  warga yang meninggal dunia  akibat terpapar Virus Corona, pihaknya menghimbau agar masyarakat Bugbug tidak panik.  Dia mengajak   masyarakat Bugbug untuk selalu berfikir positif dalam menghadapi situasi seperti saat ini.

“Masyarakat tidak boleh risau apalagi memunculkan kekhawatiran yang berlebihan. Sepanjang  tidak berfikir yang aneh-aneh   pasti akan dijauhkan dari wabah ini. Intinya  masyarakat harus disiplin, baik dalam menggunakan masker maupun mematuhi protokol kesehatan seperti yang dianjurkan pemerintah,” ucap Mas Suyasa.

Sementara itu, dengan adanya tambahan dua kasus meninggal akibat covid-19,   sampai saat ini di Karangasem  tercatat sudah memiliki 6 kasus meninggal dunia akibat Virus Corona. Selain di Kesimpar (Kecamatan Abang) dan Bugbug (Kecamatan Karangasem), 4 kasus lainnya ada di Desa Datah (Kecamatan Abang), Desa Tumbu dan  Desa Adat Timbrah (Kecamatan Karangasem, serta Desa Gegelang, Kecamatan Manggis. (tio/son/bfn)

Exit mobile version