JAKARTA, Balifactualnews.com – Pada musim haji tahun ini, kisah seorang jemaah asal Libya, Amer Al Mahdi Mansour Al Gaddafi, menjadi sorotan dunia. Perjalanan spiritualnya menuju Tanah Suci diwarnai dengan ujian yang luar biasa, namun berakhir dengan penuh keajaiban.
Amer, yang berniat menunaikan ibadah haji, mengalami kendala saat proses imigrasi di Bandara Internasional Sebha, Libya. Nama belakangnya, “Al Gaddafi”, yang identik dengan mantan pemimpin Libya, Muammar Gaddafi, memicu kekhawatiran keamanan, sehingga ia ditahan sementara oleh petugas. Meskipun akhirnya diizinkan melanjutkan, pesawat yang seharusnya ia tumpangi telah lepas landas tanpa dirinya.
Namun, tak lama setelah lepas landas, pesawat tersebut mengalami kerusakan teknis dan terpaksa kembali ke bandara. Setelah diperbaiki, pesawat mencoba terbang kembali, namun mengalami masalah serupa dan harus mendarat darurat untuk kedua kalinya.
Melihat kejadian ini, kapten penerbangan menyatakan, “Saya bersumpah tidak akan terbang lagi kecuali Amer bersama kami di pesawat ini.” Akhirnya, Amer diizinkan naik ke pesawat, dan pada upaya ketiga, penerbangan berlangsung lancar menuju Arab Saudi.
Kisah Amer menjadi viral di media sosial, dianggap sebagai bukti kekuatan doa dan takdir. Dalam wawancara, Amer mengungkapkan, “Saya hanya ingin pergi haji. Dan saya percaya, jika itu telah ditakdirkan untuk saya, tidak ada kekuatan yang bisa menghalanginya.” kata Amer dikutip dari Gulfnews, Minggu(1/6).
Perjalanan Amer mengingatkan kita bahwa dengan niat yang tulus dan keyakinan yang kuat, rintangan sebesar apapun dapat diatasi. Kisahnya menjadi inspirasi bagi banyak orang, menunjukkan bahwa keajaiban bisa terjadi kapanpun dan dimanapun. (ina/bfn)
