Utama  

Ketua Panwascam Rendang, Karangasem, Bali, Meninggal Dunia

________________________________________________________________________________

KARANGASEM — Ketua Panwascam Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali, I Gede Artana akhirnya meninggal dunia, Minggu (12/5/19) siang tadi, setelah selama sepekan menjalani perawatan di RS Sanjiwani, Kabupaten Gianyar.

“Pahlawan” Pemilu 2019 itu tewas sekitar pukul 13.30 Wita setelah sepekan lebih berjibaku melawan komplikasi penyakit ginjal yang dideritanya.

Ketua Bawaslu Karangasem I Putu Gede Suastrawan, dikonfirmasi sore tadi, membenarkan berita duka itu. Dia menuturkan sore hari ini jenazah almarhum akan dibawa ke rumah duka di Desa Pempatan.

“Informasi dari pihak keluarga, sore hari ini jenazah korban akan dibawa dari RS Sanjiwani ke rumah duka. Tapi saya belum tahu kapan almarhum akan dikebumikan, karena pihak keluarga besar sampai sore hari ini masih menggelar rapat untuk membahas upacara tersebut,” ucap Suastrawan.


Baca :  Lupa Ingatan, Ketua Panwaslu Rendang Mengigau NKRI Harga Mati


Seperti diketahui, almarhum mulai masuk RS Sanjiwani sejak hari Minggu (5/5/19) lalu. Dari diagnose tim medis RS Sanjiwani, almarhum mengalami sakit ginjal akut. Sakit yang dideritanya itu, membuat kondisi almarhum sudah mulai drop sehari setelah pencoblosan Pemilu 2019, tepatnya 18 April lalu.

Sebelum dibawa ke RS Sanjiwani, almarhum sempat menjalani perawatan di Puskesmas Rendang karena lama tergolek lemas di kediamannya di Desa Pempatan. Selama perjuangannya melawan sakit, almarhum juga sering mengigau “Masih dua desa belum pleno”. Tapi yang membuat hati teriris ditengah sakit parah yang menyerangnya, alrmahum juga sempat melontarkan kata-kata “NKRI Pancasila Harga Mati”.


Kepala Sekretariat Bawaslu Karangasem, I Gede Parwata, mengatakan, pihaknya sudah melaporkan riwayat sakit sang “pahlawan” pemilu itu ke Bawaslu Provinsi Bali dan Bawaslu RI. Pihaknya berharap usulan tersebut mendapat respon cepat dari pimpinannya diatas.

“Mudah-mudahan santunan untuk alrmarhum yang sudah kita usulkan mendapat tanggapan cepat dari pimpinan, baik di Bali maupun Pusat,” ucap Parwata. (tio)

Exit mobile version