KARANGASEM, Balifactualnews.com – Pemerintah Kabupaten Karangasem terus mencari terobosan dalam menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satunya dengan meluncurkan Gerbang Pajak (Gerakan Bersama Pendaftaran dan Pendataan Wajib Pajak) tahun 2025 yang digagas Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Karangasem. Program ini secara resmi dilaunching oleh Wakil Bupati Karangasem, Pandu Prapanca Lagosa, di Gedung Mall Pelayanan Publik (MPP), Jumat (26/9).
Kepala BPKAD Karangasem, I Nyoman Siki Ngurah, menyampaikan bahwa Gerbang Pajak merupakan inovasi berbasis data yang dirancang untuk memperbarui sistem pendataan wajib pajak secara lebih modern, transparan, dan terintegrasi. Dengan sistem ini, potensi penerimaan daerah diharapkan tidak lagi hilang akibat pendataan manual yang rawan kebocoran.
“Gerbang Pajak ini menjadi pintu masuk baru untuk memastikan seluruh potensi pendapatan daerah tergali maksimal. Harapannya, PAD dapat meningkat signifikan demi kesejahteraan masyarakat Karangasem,” ujarnya.
Lebih jauh, Siki Ngurah menambahkan, keberhasilan program ini membutuhkan kesadaran masyarakat untuk taat pajak. “Kami ingin membangun budaya taat pajak, karena pembangunan Karangasem tidak bisa dilepaskan dari kontribusi semua pihak. Dengan PAD yang kuat, kita bisa mewujudkan Karangasem Agung Gemah Ripah Loh Jinawi,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Karangasem, Pandu Prapanca Lagosa, menekankan bahwa BPKAD memikul tanggung jawab besar dalam mengoptimalkan PAD. Ia mengingatkan agar BPKAD tidak terlena dengan zona nyaman dan tidak hanya mengandalkan pajak MBLB (Mineral Bukan Logam dan Batuan) atau galian C, melainkan juga memaksimalkan potensi pajak dari sektor lain.
“Banyak hotel, restoran, dan vila baru berdiri di Karangasem, tapi kontribusinya belum maksimal. Sektor ini harus dikelola lebih baik agar benar-benar menambah pundi-pundi PAD,” kata Pandu.
Ia juga menyoroti masih adanya kebocoran pajak di beberapa sektor. Karena itu, ia berharap Gerbang Pajak menjadi momentum untuk memperbaiki sistem sekaligus menekan kebocoran. “Ke depan, PAD Karangasem harus terus naik setiap tahunnya. BPKAD harus berani melakukan langkah-langkah nyata agar pendapatan bisa optimal dan pembangunan daerah berjalan berkesinambungan,” tandasnya.. (tio/bfn)
