Lomba Bonsai HUT RI ke-80 di Karangasem

Ajang Kreativitas dan Keterampilan Pecinta Bonsai

lomba-bonsai-hut-ri-ke-80-di-karangasem
atusan bonsai dari seluruh Bali dilombakan di Karangasem serangkaian peringatan HUT RI ke-80

KARANGASEM, Balifactualnews.com–Pecinta bonsai di Karangasem menunjukkan kreativitasnya dalam lomba bonsai yang digelar dalam rangka HUT RI ke-80 di Taman Candra Buana. Bonsai-bonsai yang masuk dalam lomba ini akan dipamerkan hingga Minggu, (17/8) mendatang.

Lomba bonsai dalam rangka HUT RI ke-80 di Karangasem mendapat sambutan luar biasa dari peserta di seluruh Bali. Menurut Ketua Panitia Lomba Bonsai, Ida Bagus Mahadewa, ini merupakan pertama kalinya lomba bonsai digelar di Karangasem dan berhasil menarik minat peserta dari berbagai daerah di Bali.

“Bonsai yang ikut lomba berasal dari seluruh Bali, jumlahnya sebanyak 260 pohon, kata Mahadewa, Selasa (12/8).

Ratusan bonsai yang mengikuti lomba di Karangasem merupakan karya-karya berkualitas tinggi, dengan jenis yang paling umum adalah santigi, sancang, kimeng, serut, dan pungut. Beberapa bonsai yang masuk dalam lomba ini memiliki rekam jejak kompetisi yang baik, bahkan ada yang pernah ditawar dengan harga yang sangat tinggi, yaitu Rp 170 juta.

“Penilaian bonsai ini akan menentukan 10 karya terbaik di masing-masing kategori. Posisi ini akan sangat mempengaruhi nilai jual bonsai di pasar,” ungkap Mahadewa.

Peserta lomba bonsai diwajibkan membayar biaya pendaftaran yang bervariasi antara Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu per pohon, tergantung pada ukuran dan jenis bonsai yang dilombakan. Panitia berharap bahwa lomba bonsai ini dapat menjadi agenda tahunan yang rutin diselenggarakan, mengingat banyaknya pecinta bonsai di Karangasem yang membutuhkan wadah untuk mengekspresikan karya-karya mereka.

Gede Suyono, salah satu juri lomba bonsai, menjelaskan bahwa lomba ini dibagi menjadi tiga kategori utama, yaitu kategori bahan, semi matang, dan matang. Masing-masing kategori tersebut kemudian dibagi lagi menjadi dua sub-kategori berdasarkan ukuran, yaitu besar dan kecil.

“Penilaian dalam lomba ini kami lakukan dengan transparan dan teliti untuk memastikan bahwa peserta terbaik yang masuk 10 besar di setiap kategori dapat ditentukan dengan adil,” kata Suyono. (tio/bfn)