________________________________________________________________________________
KARANGASEM – Tidak seperti September 2017 lalu, erupsi Gunung Agung saat ini tidak lagi memunculkan kegundahan masyarakat Karangasem. Seperti erupsi yang terjadi Senin (10/6/19) sekitar pukul 12:12 Wita siang tadi, masyarakat Gumi Tanah Aron, khususnya yang berada di lereng Gunung Agung semakin terlihat tenang dengan letusan Gunung Agung tersebut.
Humas Relawan Pasebaya Agung, I Wayan Suara Arsana, mengatakan, berkurangnya kepanikan warga dalam menghadapi erupsi Gunung Agung tidak terlepas dari kepedulian banyak pihak untuk mengedukasi kebencanaan kepada masyarakat.
“Astungkara masyarakat, khususnya masyarakat yang berada di lingkar Gunung Agung sudah semakin memahami cara menghadapi situasi bencana,” ucap Suara.
Suara mengatakan, bekerjasama dengan BPBD, ORARI, PMI dan komunitas lainnya, Relawan Pasebaya Agung terus memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak panik setiap menghadapi bencana.
“Kita selalu tanamkan kepada masyarakat lingkar Gunung Agung untuk selalu siap selamat dan siap menyelamatkan warga dalam situasi kebencanaan,” ucapnya.
Laporan magma VAR Pos Pengamatan Gunung Api Agung Redang, menyebutkan erupsi Gunung Agung memunculkan kolom ambu setinggi 1.000 m di atas puncak (± 4.142 m di atas permukaan laut).
Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang condong ke arah timur dan tenggara. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 24 mm dan durasi ± 1 menit.
Kendati memunculkan letusan kecil, namun pihak PVMBG tetap mengeluarkan rekomendasi agar masyarakat untuk tidak tidak melakukan aktivitas apapun di Zona Perkiraan Bahaya yaitu di seluruh area di dalam radius 4 km dari puncak kawah Gunung Agung.
Masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung juga dihimbau untuk selalu waspada terhadap potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar hujan yang dapat terjadi terutama pada musim hujan dan jika material erupsi masih terpapar di area puncak.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Bali, I Made Rentin mengatakan, sejauh ini pihaknya belum menerima laporan adanya desa yang terpapar hujan abu akibat erupsi tersebut.
“Dari komunikasi kita dengan relawan, sampai saat ini belum ada laporan desa yang terpapar hujan abu,” ucapnya.
