DENPASAR, Balifactualnews.com – Meski cabang olahraga (cabor) di bawah KONI Bali masih belum melakoni pra-PON pada tahun 2023 ini, namun induk organisasi olahraga di Bali itu sudah berani memprediksi jika Bali bisa menempati ranking minimal 10 besar atau mempertahankan 5 besar di PON XXI/2024 di Aceh dan Sumatera Utara (Sumut), harus minimal mengemas 50 sampai 60 medali emas.
Padahal sampai saat ini masih belum diketahui pasti berapa jumlah atlet Bali yang lolos PON 2024 dan sejauh mana prestasi atlet Bali bisa meraih medali di pra-PON sebagai tolok ukur raihan medali emas di PON 2024. Apakah prediksi itu sendiri tidak terlalu prematur ditengah Bali masih mempersiakan dir menghadapi pra-PON ?
Prediksi atau nantinya menjadi target KONI Bali terkait semua itu diutarakan Ketua Binpres KONI Bali, Agung Bagus Tri Candra Arka. “Ya kalau matematisnya raihan Bali memang harus bisa minimal 50 – 60 medali emas pada PON 2024 nanti jika ingin raning tembus 10 besar atau mempertahankan posisi 5 pada PON 2024,” kata pria yang akrab disapa Gung Cok itu, Rabu (7/6/2023).
Diakui Gung Cok yang juga Sekretaris Umum (Sekum) Pengprov Kodrat Bali itu, ditengah cabor melakukan persiapan pra-PON, dirinya telah melakukan pemetaan kekuatan cabor masing-masing.
“Kalau dari hasil pemetaan yang telah kami lakukan seharusnya target jumlah medali emas tersebut bisa diraih dan bisa dicapai. Hanya saja soal perkembangan prestasi saat ini termasuk mempertimbangkan posisi dua tuan rumah, memang diperlukan kerja keras untuk bisa mempertahankan prestasi lima besar Bali pada PON Papua lalu,” tegas Gung Cok.
Lantas bagaimana dengan persiapan cabor menghadapi pra-PON nanti ? Dirinya memaparkan jika abor mulai memantapkan kualitas atletnya. Salah satu yang dicontohkan yakni cabor karate
yang baru saja pulang dari Yogyakarta mengikuti Gadjah Mada Open sebagai ajang try out.
Selain karate, terdekat cabor petanque pada Juli mendatang sudah melakoni pra-PON. “Jadi petanque wajib meloloskan banyak atlet karena FOPI Bali juga ditunjuk sebagai host atau tuan rumah pra PON,” tadasnya. (ena/bfn)













