Utama  

Meletus, Gunung Agung Lontarkan Material Pijar 3000 Meter

________________________________________________________________________________

 

KARANGASEM — Gunung Agung kembali mengalami erupsi, Minggu (12/5/19) sekitar pukul 22.29 Wita malam tadi. Dentuman dan gemuruh sangat keras terdengar dari Pos Pantau Gunung Api Agung, Rendang.

“Ya, suara dentuman dan gemuruh sangat keras terdengar sampai di sini,” kata Kepala Pos Pantau Gunung Api Agung I Dewa Mertayasa, Senin (13/5/2019) pagi tadi.

Dikatakan, visual Gunung Agung tak teramati. Kendati begitu dari seismogram terekam adanya lontaran material pijar sejauh lebih kurang 3000 meter mengarah ke barat dan barat laut

“Kolom abu tidak teramati karena tertutup kabut,” jelas Mertayasa.

Letusan Gunung Agung hanya terjadi sekali berdurasi 136 detik. Sedangkan hembusan terjadi 5 kali berdurasi 15-302 detik.

Kendati mengalami letusan dengan suara dentunan yang sangat keras, pihak PVMBG, belum mengubah status Gunung Agung dari Level III (Siaga).

Pihak PVMBG juga merekomendasikan agar masyarakat di sekitar Gunung Agung dan pendaki/pengunjung/wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas apapun di Zona Perkiraan Bahaya yaitu di seluruh area di dalam radius 4 km dari Kawah Puncak Gunung Agung.

Zona Perkiraan Bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan G. Agung yang paling aktual/terbaru.


Masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar hujan yang dapat terjadi terutama pada musim hujan dan jika material erupsi masih terpapar di area puncak. Area landaan aliran lahar hujan mengikuti aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung. (tio)

Exit mobile version