Musrenbang Kecamatan Abang Fokus Tangani Sampah, Lima Desa Diprioritaskan Bangun TPS3R

musrenbang-kecamatan-abang-fokus-tangani-sampah-lima-desa-diprioritaskan-bangun-tps3r
Persoalan sampah menjadi salah satu isu utama yang mengemuka dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Abang yang berlangsung di Wantilan Gajah Wea, Selasa (24/2/2026).
KARANGASEM, Balifactualnews.com – Persoalan sampah menjadi salah satu isu utama yang mengemuka dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Abang yang berlangsung di Wantilan Gajah Wea, Selasa (24/2/2026). Pemerintah Kabupaten Karangasem menegaskan bahwa penanganan sampah akan menjadi agenda prioritas pembangunan daerah pada tahun 2026.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui rencana pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) yang akan dikembangkan secara terintegrasi hingga ke tingkat desa. Program ini diharapkan mampu memperkuat sistem pengelolaan sampah dari sumbernya sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap tempat pembuangan akhir.

Musrenbang tersebut dihadiri Wakil Bupati Karangasem Pandu Prapanca Lagosa, anggota DPRD Dapil Abang, Kepala Bappeda Karangasem I Gusti Bagus Widiantara, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan I Putu Eddy Surya Artha, Camat Abang I Made Aditya Suguarta, pimpinan OPD terkait, serta para perbekel dan bendesa adat se-Kecamatan Abang.

Dalam forum perencanaan tersebut, tercatat sebanyak 234 usulan pembangunan yang diajukan desa-desa di Kecamatan Abang. Rinciannya, 33 usulan berasal dari bidang perekonomian dan sumber daya alam, 101 usulan dari bidang pemerintahan dan pembangunan manusia, serta 100 usulan dari sektor infrastruktur dan kewilayahan.

Di antara berbagai usulan tersebut, pembangunan TPS3R di lima desa ditetapkan sebagai program prioritas tambahan. Kelima desa yang menjadi sasaran pembangunan fasilitas pengelolaan sampah tersebut yakni Desa Ababi, Kertamandala, Tiyingtali, Bunutan, dan Purwakerti.

Dengan masuknya program tersebut, jumlah usulan prioritas Kecamatan Abang yang akan diperjuangkan dalam perencanaan pembangunan daerah mencapai 47 program, termasuk lima program khusus yang berfokus pada pengelolaan sampah.

Wakil Bupati Karangasem Pandu Prapanca Lagosa menegaskan bahwa pemerintah daerah akan memberikan perhatian khusus terhadap persoalan sampah pada tahun mendatang. Menurutnya, upaya penyelesaian masalah sampah harus dimulai dari tingkat desa agar hasilnya lebih efektif dan berkelanjutan.

“Ini sudah menjadi instruksi Bapak Presiden dan Bapak Gubernur agar persoalan sampah dapat diselesaikan dari desa. Jika ada desa yang tidak melaksanakan program ini, tentu akan menjadi pertimbangan dalam pemberian BKK,” ujar Pandu.

Ia menjelaskan, sistem pengelolaan sampah berbasis TPS3R menjadi salah satu solusi yang dinilai mampu menekan volume sampah yang masuk ke TPA sekaligus mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam memilah dan mengolah sampah rumah tangga.

Menurut Pandu, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk sinergi antara pemerintah desa dan desa adat. Kolaborasi tersebut dinilai penting terutama di wilayah yang memiliki potensi pariwisata dan membutuhkan lingkungan yang bersih serta tertata.

“Penanganan sampah tidak hanya berkaitan dengan kebersihan lingkungan, tetapi juga menyangkut kualitas hidup masyarakat dan citra pariwisata daerah. Karena itu, program ini harus menjadi gerakan bersama,” katanya.

Selain isu pengelolaan sampah, forum Musrenbang juga membahas berbagai kebutuhan masyarakat lainnya. Sejumlah peserta menyampaikan usulan terkait peningkatan layanan kesehatan, pembangunan infrastruktur jalan, hingga optimalisasi pelayanan publik di tingkat desa.

Meski demikian, pemerintah daerah menegaskan bahwa penanganan sampah tetap menjadi salah satu agenda strategis yang akan mendapat perhatian khusus dalam kebijakan pembangunan tahun 2026.

Melalui pembangunan TPS3R di lima desa prioritas tersebut, Kecamatan Abang diharapkan mampu menjadi contoh pengelolaan sampah berbasis desa di Kabupaten Karangasem sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Exit mobile version