KARANGASEM, Balifactualnews.com – Semangat harmoni dan kepemimpinan yang saling melengkapi menjadi pesan kuat dalam pembukaan Pawai Budaya HUT ke-386 Kota Amlapura yang dirangkaikan dengan Karangasem Festival 2026 di Lapangan Tanah Aron, Jumat (19/6).
Ribuan masyarakat yang memadati arena festival disambut pertunjukan kolosal bertajuk “Dwi Tunggal Agung” garapan Sanggar Ardhi Merdangga. Melalui kisah Nakula dan Sadewa, dua tokoh Pandawa dalam epos Mahabharata, pertunjukan ini menghadirkan refleksi tentang pentingnya kesetiaan, kebijaksanaan, pengabdian, dan keharmonisan dalam kepemimpinan.
Penata tari Gek Tya menjelaskan bahwa Nakula-Sadewa dipilih karena merepresentasikan dua kekuatan yang berjalan beriringan dalam menjaga keseimbangan dan menegakkan dharma.
“Pesan yang ingin kami sampaikan adalah bahwa kepemimpinan yang kuat lahir dari keselarasan, bukan dominasi. Dua kekuatan yang berbeda dapat saling melengkapi demi kesejahteraan bersama,” ujarnya.
Makna tersebut semakin terasa ketika Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata (Gus Par) dan Wakil Bupati Pandu Prapanca Lagosa tampil mengenakan visualisasi busana tokoh Nakula dan Sadewa. Kehadiran keduanya menjadi simbol persaudaraan, kesetiaan, serta komitmen bersama dalam membangun Karangasem yang AGUNG.
Pementasan yang dipadukan dengan tabuh garapan Gus Junior sukses memukau penonton. Gemuruh tepuk tangan yang mengiringi akhir pertunjukan menjadi bukti bahwa seni budaya masih menjadi media efektif untuk menyampaikan nilai-nilai luhur kepada masyarakat.
Melalui simbolisme Nakula-Sadewa, pembukaan festival tahun ini tidak hanya menjadi tontonan yang memikat, tetapi juga tuntunan tentang pentingnya harmoni dan kebersamaan dalam membawa Karangasem menuju masa depan yang lebih maju dan sejahtera. (tio/bfn)
