DENPASAR, Balifactualnews.com – Guna mewujudkan target, Pengprov Persatuan PABSI Bali kini mulai mengutak-atik kans lolos di pra-PON nantinya. Hal ini karena target tiket serta medali pada PON XXI/2023 di Aceh dan Sumut mendatang minimal meningkat dari raihan di PON Papua silam.
Seperti diutarakan Ketua Umum Pengprov PABSI Bali I Wayan Bun Setiadi, matematis yang diutak-atik maksudnya terkait kelas yang diikuti. Bahkan tak menutup kemungkinan lifter yang tengah disiapkan saat ini nantinya turun bukan di kelas spesialisnya. “Saat PON 2020 silam Bali hanya lolos satu atlet yakni Ketut Banat Ariana sekaligus meraih perunggu. Di PON 2024 kami ingin meningkat, minimal lolos lebih dari satu dengan medali yang meningkat juga,” kata Bun Setiadi, Senin (6/3/2023).
Berangkat dari semua itu kini dirinya berkoordinasi dengan beberapa pengprov lainnya yang di kelas itu tidak terdapat lifter unggulan atau levelnya sudah internasional. Kalau dipaksakan turun di kelas yang terdapat atlet level dunia, khawatirnya peluang menipis dan target bisa sirna. Apalagi lifter Bali saat ini mayoritas adalah lifter-lifter muda yang dari segi jam terbang dan pengalaman nasional masih belum setingkat Banat Ariana.
“Oleh karena itu lifter Bali kini terus di gembleng di sentra PABSI Bali. Target kami 3 sampai 4 atlet bisa lolos ke PON 2024,” tambah pria yang akrab disapa Obit ini.
Tak hanya itu, langkah lainnya yang kini tengah dijajaki oleh Pengprov PABSI Bali yakni memanggil lifter senior. Salah satunya lifter putri berpengalaman Sinta Damariani. Hanya saja sampai saat ini belum ada kepastian Sinta akan bergabung atau tidak karena Sinta saat ini lebih banyak berkutat sebagai pelatih. “Sambil jalan kami akan melihat perkembangannya. Kalau atlet senior tak bersedia, kami akan maksimalkan yang ada,” tutupnya. (ena/bfn)
