Pacu Produksi Jagung, Jembrana Gelar Gerakan Masal Tanam Hibrida

Bupati Jembrana I Putu Artha dan jajaran ketika melakukan penanaman jagung secara simbolis dan menyerahkan bibit jagung hibrida kepada Subak Tegal Jati

________________________________________________________________________________

JEMBRANA – Kabupaten Jembrana ternyata memiliki potensi untuk menghasilkan jagung hingga 1500 hektar setiap tahunnya. Sementara potensi yang tergarap baru 600 hektar.

Dari setiap hektarnya baru menghasilkan 10 ton dari potensi sebesar 12–15 ton jagung hibrida. Untuk semakin memotivasi petani, Pemkab Jembrana bersama Kodim 1617 Jembrana mengadakan Acara Gerakan Masal Penanaman Jagung Hibrida bertempat di Areal Persawahan Subak Tegal Jati, Desa Baluk, Kecamatan Negara Jumat (26/7/19).



Bupati Jembrana I Putu Artha, beserta Wabup Made Kembang Hartawan dan Sekda Made Sudiada beserta sejumlah kepala OPD Pemkab Jembrana dan Anggota TNI Kodim 1617 hadir dan melakukan penanaman jagung secara simbolis di areal persawahan tersebut.

Di tempat penanaman tersebut areal seluas 75 are akan diikutsertakan pada event lomba menanam jagung yang di selenggarakan Korem 163 Wirasatya. Selain penanaman jagung simbolis, Bupati Jembrana I Putu Artha menyerahkan bibit jagung hibrida kepada Subak Tegal Jati dengan luasan tanam 20 hektar.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, I Wayan Sutama menyampaikan acara tersebut merupakan rangkaian peringatan HUT RI ke-74 dan juga HUT Kota Negara ke 124.

Menurut Sutama, Gerakan Masal Penanaman Jagung Hibrida merupakan dukungan terhadap program pemerintah pusat yang mengintensifkan penanaman Pajale Babe (Padi, Jagung, Kedelai, Bawang dan Cabe) dan untuk Kabupaten Jembrana menurut Sutama potensi tanaman Jagung masih besar. “Harapannya petani juga melirik komoditas jagung ataupun kedelai yang juga unggulan di Jembrana. Selain itu dari pusat kita mendapatkan bantuan sebanyak 9,5 ton untuk 631 hektar,”ungkap Sutama.

Bupati Artha pada kesempatan tersebut menyatakan dirinya mengapresiasi kegiatan tersebut mengingat potensi besar komoditas yang dimiliki Kabupaten Jembrana. Menariknya Artha juga memberikan tantangan kepada Kepala Dinas Pertanian dan Pangan agar bisa juga menanam tanaman jagung di daerah lain yang kurang tanaman jagungnya dan di subak yang tidak aktif.

“Kepada kelian subak yang menerima bantuan agar merawat dan memelihara tanaman jagung yang ditanam dengan sebaik baiknya. Saya berharap target potensi sebesar 12 – 15 ton jagung hibrida bisa dicapai” ujar Artha. (dod/ger)

Exit mobile version