PBSI Bali Siap Audiensi ke Dispora Terkait 2 GOR tak Laik

pbsi-bali-siap-audiensi-ke-dispora-terkait-2-gor-tak-laik
Ket Foto : GOR representatif dibutuhkan Bali guna gelaran even nasional dan internasional bulutangkis. Foto : bfn/ena

DENPASAR, Balifactualnews.com – Munculnya penilaian 2 GOR yakni GOR Lila Bhuana dan GOR Ngurah Rai Denpasar tak laik untuk dijadikan gelaran Kejuaraan Bulutangkis level nasional bahkan internasional karena atapnya bocor saat musim hujan, bakal ditindak lanjuti Pengprov PBSI Bali dengan siap melakukan audiensi ke Dispora Bali untuk mencari solusi terbaik. Ya, karena soal GOR aset pemerintah dalam hal ini Pemprov Bali, pengelolaannya sekarang ditangani Dispora Bali dan bukan lagi KONI Bali.

“Setelah kepengurusan anyar periode 2023 – 2027 dibawah komando Ketua Umum saya dilantik, maka nanti kami akan melakukan audiensi ke Dispora Bali untuk melaporkan soal tersebut. Bagaimana nanti solusinya kami serahkan kepada Dispora Bali. Tapi pastinya kami juga tetap akan berkoordinasi dan berkomunikasi dengan KONI Bali,” ujarKetua Umum terpilih Pengprov PBSI Bali dalam Musprov PBSI Bali beberapa waktu lalu, Wayan Winurjaya di GOR Liga Bali, Kamis (11/5/2023).

Ketua Umum PBSI Bali yang menjabat dua periode sekarang ini mengaku menyayangkan hal itu. Padahal 2 GOR tersebut memiliki fasilitas pendukung seperti tempat parkir yang sangat bagus dan cukup luas.

“Memang untuk menggelar Sirkuit Nasional (Sirnas) baik Sirnas A atau Sirnas B membutuhkan 2 GOR yang representatif. Seperti Sirnas B sekarang yang sedang berlangsung di Bali juga menggunakan 2 GOR yakni GOR Liga Bali dan GOR Bulutangkis Udayana. Jika bisa dirawat dengan baik GOR Lila Bhuana dan GOR Ngurah Rai, Maka kemungkinan besar kejuaraa bulutangkis level nasional dan internasional bisa dibawa ke Bali. Dengan demikian sport tourism akan lebih efektif dilakukan,” terang Winurjaya.

Dirincinya, dengan adanya Sirnas B saja, peserta mencapai 743 pebulutangkis, belum terhitung dengan ofisial, pelatih atau bahkan orang tua atau keluarga pebulutangkis. Maka jumlah yang datang ke Bali dengan adanya Sirnas B bisa mencapai 1000 lebih orang dari seluruh Indonesia. (ena/bfn)