Badung  

Pemkab Badung Bersama BWS Bali Penida dan PAL Bali Komit Optimalisasi Air Baku di Badung Selatan


BADUNG, Balifactualnews.com Persoalan yang sudah dari sejak lama belum teratasi yakni penyediaan air baku khususnya di wilayah Kuta Selatan, kini sudah menemui titik terang. Hal ini dikarenakan sudah adanya sebuah kesepakatan antara Pemkab.

Badung bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida dan Pengelola Air Limbah (PAL) Provinsi Bali sebagai pengelola DSDP, untuk mengoptimalisasi penyediaan air baku yang akan diolah oleh PDAM Tirta Mangutama Kabupaten Badung untuk kebutuhan air bersih masyarakat dan pihak pengusaha hotel maupun restauran di Badung Selatan.

Komitmen bersama tersebut terungkap saat rapat koordinasi yang dipimpin langsung Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa di Puspem Badung, Kamis (2/1/20).



“Saya apresiasi dan terimakasih kepada Balai Wilayah Sungai Bali-Penida dan PAL Provinsi Bali yang sepakat untuk mendukung Pemkab Badung dalam penyediaan air baku,” ucap Suiasa.

Menurutnya, air baku ini akan diambil di muara estuary dam serta dari saluran DSDP, sehingga rencana tersebut Pemkab Badung akan menyiapkan infrastruktur pendukung. Di tahun anggaran 2020 Pemkab Badung akan menyiapkan investasi berupa pembelian mesin pendorong sebesar Rp10 Miliar dan pemasangan infrastruktur di muara estuary dam.

Selain itu, untuk penyambungan pipa dari saluran DSDP akan dilakukan oleh PDAM. “Sebetulnya permasalahan ini sudah dari dulu dan dengan pembicaraan ini, kini sudah menemuai titik temu dan bisa disepakati. Dengan upaya ini kami harapkan penyediaan air baku dan optimalisasi layanan air bersih di Badung Selatan akan dapat selesaikan,” tegas Suiasa.

Pihaknya mengakui penyediaan air bersih di Badung Selatan memang belum dapat dilayani dengan maksimal. Hal ini diakibatkan berbagai hal antara lain keterbatasan ketersediaan air baku, infrastruktur jaringan yang usianya sudah lama, serta masih terbatasnya sambungan transmisi baru.

“Maka dari itu Pemkab Badung akan terus melakukan upaya untuk menangani permasalahan ini, baik menyangkut kekurangan, ketidaksempurnaan teknis dan juga menekan angka kebocoran air,” katanya

Dikatakan, persoalan keterbatasan air baku di Kabupaten Badung secara keseluruhan masih membutuhkan 2000 liter per detik air baku untuk masyarakat di perdesaan maupun perkotaan. Sementara di Badung Selatan, layanan PDAM Badung belum optimal 24 jam. Saat ini baru mampu mengalirkan air bersih selama 22 jam per hari, ini meningkat dari sebelumnya hanya 18 jam per hari.(rus/ger)

Exit mobile version