Pemkab Jembrana Belum Tangani Jembatan Putus Akibat Banjir Bandang

________________________________________________________________________________

JEMBRANA — Jembatan di Desa Penyaringan yang putus akibat bencana banjir bandang Desember lalu hingga saat ini belum mendapat penanganan. Banyak warga kesasar, karena mereka lupa kalau jembatan tersebut putus, bahkan beberapa mobil juga ada yang jatuh karena tak menyadari jembatan itu sudah tidak berfungsi.

Pantauan di lapangan, dari arah Tegalcangkring maupun Penyaringan, jembatan yang menghubungkan dua desa itu dari jauh memang tidak begitu kelihat putus. Itu dikarenakan jembatan tersebut cukup panjang dan lebar itu putus pada uungnya saja.

“Saya kira jembatan sudah ditangani tenryata belum. Ya terpaksa balik arah tadi,” katanya, Minggu (12/5/2019) siang.


Sementara sejumlah warga Munduk Anyar, Kelurahan Tegalcangkring, berharap agar jembatan segera ditangani karena jembatan tersebut sebagai jalan jalan alternatif..

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Jembrana, I Wayan Darwin belum lama ini mengatakan, jembatan yang putus akibat bencana banjir bandang itu dipastikan akan dibangun tahun ini dengan dana bersumber dari APBD induk.

Selain jembatan, Dinas PUP juga akan melakukan perbaikan terowongan saluran irigasi di Penyaringan . “Baik jembatan maupun trowongan menjadi prioritas mendapatkan perbaikan tahun ini,” ucapnya.

Khusus jembatan, Dinas sudah membuat gambar yang nantinya dirancang lebih tinggi satu meter dari jembatan sebelumnya. Selain itu, konstruksi jembatan juga akan dibuat beton pratekan seperti di jalan jembatan shortcut di Tabanan.

Hal ini menurutnya untuk menjamin agar jembatan tidak terdampak banjir seperti sebelumnya. Panjang jembatan juga masih sama, menggunakan dua girder. Namun kemungkinan lokasi jembatan mengambil tanah lebih ke Utara.

Seperti diketahui, jembatan sepanjang 100 meter dan lebar 10 meter yang menghubungkan dua banjar di Penyaringan roboh, aktivitas warga di kedua banjar itu terganggu. Padahal jembatan penghubung Banjar Anyar Tengah dan Banjar Penyaringan ini sangat dibutuhkan warga untuk mempercepat akses transportasi. (dod/tio)

Exit mobile version