JEMBRANA — Perpisahan siswa SMA/SMK di Jebrana sedikit nyeleneh. Belakangan perpisahan kelulusan itu diubah menjadi acara wisuda (graduation) yang kerap menimbulkan masalah. Banyak orang tua siswa, terutama dari keluarga kurang mampu mengeluhkan kondisi itu. Pasalnya mereka dibuat kelimpungan dengan biaya acara yang glamor layaknya wisuda diperguruan tinggi tersebut.
Selain biaya untuk acara juga siswa harus mengeluarkan biaya make up dan pakaian. Sejumlah orang tua murid juga mempertanyakan dasar pelaksanaan wisuda dikalangan siswa tersebut. Keluhan orang tua siswa ini disikapi oleh Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Jembrana. Diknas melarang sekolah untuk menggelar wisuda bagi siswa lulusannya seperti yang sebelumnya sudah digelar oleh SMA/SMK. Sebelum pelaksanaan pelepasan dan perpisahan pada jenjang SMP/MTs, seluruh kepala sekolah telah dipanggil dan dikumpulkan.
Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Jembrana, I Nengah Wartini melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar, I Nyoman Wenten Kamis (16/5/19) mengatakan, pihaknya telah merapatkan Kepala SMP/MTs terkait mekanisme pelaksanaan resepsi perpisahan dan pengumuman kelulusan SMP/MTs sehingga tidak menimbulkan keluhan di masyarakat.
Menurutnya dalam rapat tersebut telah disepakati tidak diadakan wisuda bagi siswa lulusan SMP/MTs. Resepsi perpisahan disekolah, sebaiknya dilaksanakan secara sederhana dalam bentuk persembahyangan bersama dengan menggunakan pakaian adat ke pura dan bukan wisuda.
Begitupula untuk kegiatan pentas kesenian pada saat resepsi perpisahan menyesuaikan dengan potensi sekolah sebagai wujud representasi program ekstrakulikuler disekolah. Sehingga tidak perlu sampai bayar make up maupun pakaian mewah.
“Pakai pakaian adat ke pura warna putih, selesai sembahyang silahkan siswa yang berekspresi menampilkan kemampuan dan bakatnya,” ujarnya.
