Daerah  

Penyuluh Pertanian Terbatas, Pemkab Karangasem Gandeng Generasi Milenial

penyuluh-pertanian-terbatas-pemkab-karangasem-gandeng-generasi-milenial
Foto: Bupati Karangasem I Gede Dana didampingi kadis Pertanian Pangan dan Perikanan, I Nyoman Siki Ngurah, menyapa para peserta bimtek calon penyuluh pertanian swadaya.
banner 120x600

KARANGASEM, Balifactualnews.com – Penyuluh pertanian di Karangasem masih sangat terbatas. Mengantisipasi hal itu, Pemkab Karangasem melalui Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan setempat menggandeng pemuda-pemudi yang berlatarbelakang pertanian untuk bersama sama membangun desanya dengan cara memberikan penyuluhan maupun pendampingan secara swadaya.

Penyuluh pertanian swadaya tersebut merupakan terobosan baru dari Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Karangasem yang dipimpin I Nyoman Siki Ngurah.

Hasilnya, sebanyak 59 orang penyuluh pertanian swadaya terdiri dari 48 penyuluh laki-laki dan 11 penyuluh wanita di gembleng dan diberikan bimbingan teknis (Bimtek) melibatkan narasumber dari Dinas Pertanian Provinsi Bali. Bimtek yang dilaksanakan di gedung Mall Pelayanan Publik, dibuka Bupati Gede Dana, Senin (4/12),

Pada kesempatan itu, Bupati Gede Dana mengapresiasi Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan yang telah membuat beragam inovasi. Menurut Bupati, mengembangkan sektor pertanian ini, tentunya memerlukan inovasi teknologi, manajemen dan sumber daya manusia yang kompeten dan profesional sebagai upaya untuk meningkatkan produksi dan produktivitas usaha petani.

“Salah satu visi misi Kabupaten Karangasem, membangun pertanian yang tangguh dan mandiri dalam rangka mewujudkan kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani serta nelayan,” jelas Bupati.
Bupati mengatakan, Bimtek Penyuluh Pertanian Swadaya Milenial akan sangat membantu mensukseskan program pertanian di tengah keterbatasan Penyuluh Pertanian ASN saat ini.

“Peningkatan kapasitas Penyuluh Pertanian, khususnya Penyuluh Pertanian Swadaya Milenial penting dilakukan, guna menyamakan persepsi dan kemampuan agar bisa melaksanakan tugas dengan baik sesuai dengan aturan yang ada,” jelas Gede Dana, seraya memberikan semangat dan motivasi kepada para calon penyuluh pertanian swadaya agar aktif dalam mengoptimalkan potensi wilayahnya.

Gede Dana juga mengajak, generasi muda Karangasem ikut serta membangun desa khususnya melalui bidang pertanian. “Mari kita tanamkan bersama kepercayaan diri sebagai Petani. Petani itu tidak harus kotor, petani juga keren,”ujarnya.

Bupati Dana menambahkan, keterbatasan anggaran tidak menjadi alasan untuk diam. Pemerintah terus bergerak, terus berkomunikasi dan bersinergi dengan berbagai pihak.

“Kami terus menjalin komunikasi yang baik dengan Provinsi maupun Pusat. Salah satu yang menarik adalah program budidaya Padi SAHAJA seluas 300 ha,” ungkap Bupati Dana
Sementara itu, Kadis Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Karangasem Nyoman Siki Ngurah menyebutkan,

Bimtek ini dilaksanakan selama 3 hari dari tanggal 3, 4 dan 8 Desember 2023 dan diikuti oleh 59 orang calon penyuluh swadaya berasal dari 59 desa/kelurahan yang ada di Karangasem. Jumlah penyuluh swadaya sebanyak itu, 48 orang diantaranya laki laki dan 11 orang perempuan.

“Pertanian di Karangasem saat ini tidak ideal, kami membutuhkan 118 orang Penyuluh Pertanian, akan tetapi baru memiliki 57 orang Penyuluh Pertanian. Artinya masih mengalami kekurangan , hal ini berarti di Kabupaten Karangasem masih kekurangan Penyuluh Pertanian sebanyak 61 orang. Untuk mengatasi masalah inilah maka digelar Bimtek dengan menggandeng generasi Milenial,” terangnya.

Siki Ngurah menambahkan, hari pertama kegiatan dilaksanakan di Mall Pelayan Publik dengan pemateri dari Provinsi, selanjutnya hari ke dua akan melaksanakan kegiatan di lapangan, yaitu di Desa Jungutan untuk langsung praktek sekaligus berbagi pengalaman dengan petani berprestasi maupun tokoh pertanian. Selanjutnya pada hari ke tiga tanggal 8 Desember peserta akan berkunjung ke P4S Mimba Farm Piaga Badung, untuk belajar agribisnis pertanian dari hulu sampai hilir serta menyaksikan langsung pertanian modern yang sudah diterapkan di sana. (tio/bfn)