BULELENG, Balifactualnews.com Kondisi bayi yang lahir dengan memiliki kelainan banyak atau multiple dimana terdapat tonjolan menyerupai bokong dan ada kelebihan dua pasang kaki serta memiliki 4 tangan menempel pada tubuh bayi, setelah mendapat perawatan intensif di ruang ICU RSUD Buleleng kini dinyatakan kondisinya sudah mulai stabil. Menurut rencana, bayi tersebut akan dirujuk ke RSUP Sanglah untuk bisa mendapatkan perawatan yang lebih serius.
Kasubag Humas RSUD Buleleng, Ketut Budiantara mengatakan, perkembangan kondisi bayi pasca mendapat perawatan sudah berangsur membaik alias stabil, setelah sebelumnya dari pihak medis memasang alat bantu pernafasan pada bayi tersebut. “Tadi pagi alatnya sudah dilepas, sekarang perkembangannya sudah mulai stabil,” kata Budiantara, Selasa (24/9/19) siang.
Setelah dinyatakan mulai stabil, lanjut kata Budiantara, bayi yang merupakan anak ketiga dari pasangan suami istri (pasutri) bernama Made Gorsi (37) dan suaminya Made Mujana (38) asal Desa Pangkung Paruk, Kecamatan Seririt, Buleleng ini berencana akan dirujuk ke RSUP Sanglah.
Hanya saja rencana ini masih menunggu keputusan dari pihak keluarga terutama persetujuan dari kedua orangtua bayi tersebut. “Rekomendasi dokter dirujuk ke Sanglah. Tapi kami masih menunggu persetujuan dari pihak keluarga, mereka masih berunding. Sambil menunggu persetujuan, kami masih tetap upayakan pelayanan perawatan yang maksimal,” jelas Budiantara.
Meski kondisi bayi yang lahir pada, Senin (23/9/19) sekitar pukul 02.45 wita disebuah klinik bersalin Wilayah Kelurahan Seririt disebutkan telah mulai stabil, namun perawatan intensif dari pihak medis masih sangat diperlukan. Mengingat, bayi yang lahir dalam kondisi kelainan multiple ini sangat langka terjadi dan harus mendapatkan perawatan ketat.
Baca :
- Mih Ratu, Bayi Di Buleleng Lahir Idap Kelainan Multiple
- Tinggalkan Surat Wasiat, Sutarsa Bunuh Diri Usai Bunuh Sang Pacar
Sementara disisi lain sang ibu dari bayi tersebut hingga kini masih mendapatkan perawatan di salah satu ruang RSUD Buleleng untuk pemulihan akibat kehabisan tenaga yang berdampak plasenta bayi macet dan tertinggal di dalam. Lantaran sang ibu bayi masih mendapat perawatan, membuat bayi yang baru berusia 2 hari tersebut sedikit kesulitan mendapatkan ASI.
Sehingga, dari pihak rumah sakit hanya membantu memberikan susu formula terhadap bayi tersebut. “Kalau ASI masih dengan bantuan, karena ibunya masih dirawat. Saat ini masih dibantu dengan susu formula saja. Saat ini kondisi bayi juga sudah mulai stabil. Kami akan tetap upayakan perawatan yang maksimal,” ujar Budiantara.
Sebelumnya, nasib kurang beruntung dialami bayi yang berjenis kelamin perempuan yang lahir pada, Senin (23/9/19) sekitar pukul 02.45 Wita. Pasalnya, bayi ini lahir dalam kondisi yang tidak sempurna di sebuah klinik bersalin di Wilayah Kelurahan Seririt. Bayi yang lahir dari pasangan suami istri (pasutri) bernama Made Gorsi (37) dan suaminya Made Mujana (38) asal Desa Pangkung Paruk ini, dalam kondisi yang cukup memprihatinkan.
