KARANGASEM, Balifactualnews.com – Benteng antinarkoba diperkuat di kawasan suci Pura Agung Besakih. Sebanyak 16 orang, mulai dari kepala badan hingga petugas keamanan, menjalani tes urine tujuh parameter, Senin (19/10/2026). Hasilnya, seluruhnya dinyatakan negatif narkotika.
Tes urine tersebut merupakan bagian dari penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BNNK Karangasem dan Badan Pengelola Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung Besakih di Sekretariat badan pengelola.
Kepala BNNK Karangasem, Alvin Andrew Dias, S.H., mengatakan kerja sama ini strategis karena Besakih merupakan pusat kegiatan keagamaan umat Hindu sekaligus kawasan yang banyak dikunjungi masyarakat.
“Menjaga kawasan Besakih agar tetap aman, tertib, nyaman, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika merupakan tanggung jawab yang memiliki nilai strategis,” ujar Alvin.
Menurutnya, pencegahan tidak cukup mengandalkan penegakan hukum, tetapi harus diperkuat melalui edukasi, deteksi dini dan kolaborasi lintas sektor.
Melalui PKS tersebut, kedua pihak sepakat melakukan edukasi bahaya narkotika, mendorong pembentukan relawan antinarkotika serta melaksanakan tes urine secara berkala dan terkoordinasi.
Kepala Badan Pengelola Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung Besakih, I Gusti Lanang Muliarta, menyebut pencegahan harus dimulai dari lingkungan internal, termasuk keluarga pegawai.
“Tujuan kami bekerja sama dengan BNN adalah untuk melakukan pencegahan, khususnya di kalangan staf pengelola, termasuk keluarganya,” ungkapnya.
Muliarta menegaskan, pegawai yang terbukti menyalahgunakan narkotika akan dikenai sanksi sesuai tingkat pelanggaran dan ketentuan yang berlaku, mulai dari peringatan hingga pemecatan.
Hasil tes urine 16 petugas yang seluruhnya negatif menjadi langkah awal memperkuat komitmen menjadikan kawasan suci Besakih tidak hanya aman dan tertib, tetapi juga bersih dari narkotika. (tio/bfn)
