Pilkada Makin Dekat, Spanduk Tolak dan Lawan Politik Uang Mulai Marak di Karangasem

Salah satu spanduk ajakan tolak money politik yang dibuat Aliansi Pemuda Karangasem dipasang  disudut kota Amlapura.

KARANGASEM, Balifactualnews.com—Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020 tinggal satu bulan lagi, tepatnya 9 Desember mendatang.  Kontestasi politik  lokal  yang  semakin dekat, kini  mulai mendapatkan perhatian serius dari masyarakat.

Di Karangasem misalnya, hingar bingar perhelatan politik yang memunculkan dua pasangan calon  pemimpin itu  tidak begitu kentara, namun tensinya sudah mulai menghangat. Setidaknya ini terlihat dari   “perang udara” antara kedua pendukung di media sosial.

Bukan hanya itu, spanduk  berupa ajakan untuk menolak dan melawan politik uang, juga mulai marak. Pantauan di lapangan, Senin (2/11/20),  sebanyak 14 buah spanduk  berukuran 2 x 1 meter itu tersebar di 8 kecamatan, yakni Kecamatan Karangasem, Bebandem, Selat, Rendang, Sidemen, Manggis, Abang, dan Kecamatan Kubu.

Spanduk yang berisikan beragam ajakan  kepada masyarakat untuk menolak segala bentuk praktek money politik itu dibuat Asliansi Pemuda Karangasem. Ketua Aliansi Pemuda Karangasem, I Gede Ngurah Wedagama, ditemui usai pemasangan spanduk penolakan praktek money politik Pilkada Karangasem, mengatakan,   spanduk  yang dibuatnya itu sebagai upaya menyadarkan  calon pemimpin Karangasem agar tidak menjalankan praktek kotor untuk menorehkan kemenangan dengan memainkan politik uang.

“Ini pesan moral yang kami sampaikan kepada calon pemimpin Karangasem kedepan.  Tujuannya  setelah terpilih nanti agar bisa melepaskan diri dari kepentingan pribadi atau golongan  dan fokus untuk mensejahterakan masyarakat Karangasem,” ucap Wedagama.

Dijelaskan 14 buah spanduk yang dibuatnya itu, berisi ragam ajakan kepada masyarakat agar menghindari politik uang. Beberapa spanduk diantaranya bertuliskan : “JIKA SUARAMU BISA DIBELI JANGAN MIMPI PUNYA  PEMIMPIN KONSISTEN”. “BISA JADI ANDA JUGA MELACURKAN DIRI DENGAN MENJUAL SUARA ANDA”. “TOLAK POLITIK UANG!!!”. “JANGAN HARAP PEMIMPIN KARANGASEM BERKUALITAS  JIKA SUARA MASIH BISA DI BELI”. “MENERIMA UANG BERARTI MEMPERTARUHKAN NASIB KARANGASEM 5 TAHUN KEDEPAN”. “HARGA DIRI VS HARGA SUARA”.  “TOLAK UANGNYA LAPORKAN PELAKUNYA”.

Terakhir dalam spanduk tersebut, Aliansi Pemuda Karangasem mengajak masyarakat Karangasem untuk tidak memilih  calon pemimpin Karangasem dengan cara money politik. “JANGAN PILIH  CALON BUPATI DENGAN CARA MONEY POLITIK”.

“Mudah-mudahan langkah yang kita lakukan ini bisa menggugah masyarakat  untuk tidak lagi tergiur dengan praktek politik uang. Spanduk yang kita buat ini, juga  untuk menyadarkan calon pemimpin Karangasem agar tidak lagi menggunakan cara-cara kotor   dalam memenuhi ambisinya menduduki tahta kepemimpinan,” pungkas Wedagama. (ger/son/bfn)

 

Exit mobile version