Utama  

Pipa PDAM Karangasem Rusak Parah Tertimpa Truk yang Terperosok di Sinduwati

pipa-pdam-rusak-parah-tertimpa-truk-yang-terperosok-di-sinduwati

KARANGASEM, Balifactualnews.com – Pipa PDAM Karangasem (Perumda Tirta Tohlangkir) yang mengalirkan air kepada 1.225 pelanggan di Kecamatan Sidemen rusak parah hingga terputus akibat tertimpa truk yang terperosok di Desa Sinduwati, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem, pada Rabu (21/8).

Kepada awak media, Humas Perumda Tirta Tohlangkir Gde Dyantara Wangsa membenarkan kejdian putusnya pipa air tersebut. Dikatakannya, Pennaganan perbaikan pipa air yang terputus tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab pihak UPTD Telaga Waja Provinsi Bali.

“Kami sudah melaporkan kejadian itu. Karena truk yang terperosok belum di evakuasi, jadi kami belum tahu kapan akan diperbaiki oleh UPTD Telaga Waja Provinsi Bali,” ujarnya.

perumda-tirta-tohlangkir

Pipa PDAM yang terputus akibat tertimpa truk yang terguling

Terputusnya pipa air itu terdampak terhadap pekanggan PDAM di di empat Desa yang ada di Kecamatan Sidemen, yakni Desa Talibeng, Lokasari, Tri Eka Buana dan Kertabuana. Saat ini ribuan pelanggan Perumda Tirta Tohlangkir yang ada di empat Desa di wilayah tersebut terancam kesulitan untuk mendapatkan air bersih.

Humas Perumda Tirta Tohlangkir, Gde Dyantara Wangsa mengatakan bahwa pipa yang tertimpa tersebut rusak parah hingga putus. Sehingga otomatis air tidak bisa mengalir di empat Desa yang ada di Kecamatan Sidemen, seperti Desa Talibeng, Lokasari, Tri Eka Buana dan Kertabuana.

“Kami berharap kerusakan pipa air itu segera bisa diperbaiki karena itu merupakan salah satu sumber mata air bagi masyarakat di wilayah tersebut terutama yang tinggal di bagian atas. Kami juga sudah melakukan koordinasi dengan Kecamatan Sidemen berkaitan hal itu.

“Sementara ini pelanggan yang berada di bagian bawah mungkin masih bisa teraliri air dari sumber mata air Kikian karena hanya sebagian kecil dari yang terdampak. Tetapi pelanggan yang bagian atas semuanya terdampak tidak bisa mendapatkan air,”pungkas Dyantara Wangsa. (ger/bfn)