Pipa Telaga Waja Bocor, Ratusan Pelanggan PDAM Menjerit

pipa-telaga-waja-bocor-ratusan-pelanggan-pdam-menjerit
Direktur Perusda Tirta Tohlangkir, I Komang Haryadi Parwata

KARANGASEM, Bali Factual News–Ratusan pelanggan PDAM,  khususnya yang berada di wilayah Kecamatan Bebandem dan Kecamatan Karangasem kembali menjerit. Pasalnya distribusi air minum dari Perusahaan Daerah (Perusda) Tirta Tohlangkir,  kembali tidak mengalir sejak sepekan terakhir. 

Kasus macetnya aliran air PDAM ke pelanggan di wilayah Kecicang, Desa Bungaya Kangin dan sekitarnya, mengulangi kasus yang sempat terjadi pada bulan Februari lalu.  Manajemen Perusda Tirta Tohlangkir selalu berdalih, bahwa  matinya aliran air di wilayah tersebut karena pipa distribusi air Telaga Waja bocor. 

“Ada kebocoran pada aliran pipa Telaga Waja, sehingga membuat distribusi air PDAM ke wilayah Kecicang dan sekitarnya mati. Perbaikan sudah dilakukan dan masih normalisasi jaringan, dan hari ini airnya sudah mengalir ke pelanggan,” kata Direktur Perusda Tirta Tohlangkir, I Komang Haryadi Parwata, kepada wartawan, Senin (18/3/2024).

Bocornya aliran pipa Telaga Waja tersebut, lanjut, sempat membuat  membuat 600 KK pelanggan  yang berada di Jalan Raya Nenas, Desa Bungaya Kangin, Kecamatan Bebandem dan Kelurahan Subagan, Kecamatan Karangasem, dan jalan Veteran terdampak. 

Sekadar diketahui air PDAM mati di wilayah Jalan Nenas dan sekitarnya sudah terjadi sejak Rabu  (13/3/2024) dan hingga Minggu (17/3/2024), belum mengalir.  Bulan Februari lalu, aliran air  PDAM juga sempat tak mengalir hampir 3 minggu. Mulai Selasa (6/2/2024) sampai Senin (26/2/2024). Saat itu ribuan pelanggan mengeluh karenakan aktivitasnya terhambat. Seperti masak, mencuci dan mandi. Sedangkan pedagang nasi tak bisa berjualan karena tak ada pasokan air.

Rahman, pelanggan Tirta  Tohlangkir di Jalan Raya Nenas,  menuturkan, banyak  pelanggan mengeluh dikarenakan aliran air PDAM sering mati. Tak hanya sekarang, sebelumnya sering mati. Selain sangat mengganggu aktivitas warga, kondisi ini juga dinilai sangat merugikan pelanggan. 

“Ada beberapa pelanggan terpaksa mengangkut air dari  sumur atau ke permandian. Kasihan mereka harus mengangkut air di saat Bulan Puasa,” ungkap Rahman, seraya berharap  air PDAM segera mengalir, sehingga .  aktivitas  masyarakatnya kembali lancar. (ger/bfn)

 

Exit mobile version