PMI Gelontorkan 65 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Kubu

pmi-gelontorkan-65-ribu-liter-air-bersih-untuk-warga-kubu
Petugas menyalurkan bantuan air bersih dari PMI Karangasem untuk warga terdampak kekeringan di Kecamatan Kubu. Total 65.000 liter air didistribusikan ke Desa Juntal, Baturinggit, dan Tianyar guna meringankan kesulitan warga memenuhi kebutuhan air bersih di tengah kemarau panjang.

KARANGASEM, Balifactualnews.com –  Di tengah kemarau panjang yang memperparah krisis air bersih, PMI Karangasem menyalurkan 65.000 liter air untuk warga di tiga desa Kecamatan Kubu. Bantuan tersebut menyasar Desa Juntal, Baturinggit, dan Tianyar yang selama ini menghadapi kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

Kepala Pelaksana BPBD Karangasem, I Made Aditya Sugiharta, Selasa (20/10), mengatakan bantuan disalurkan melalui PMI Karangasem sebagai tindak lanjut atas permintaan organisasi kemanusiaan tersebut. Rinciannya, Desa Juntal menerima 5.000 liter, Baturinggit 40.000 liter, dan Tianyar 20.000 liter.

Di Baturinggit, bantuan air menjadi sangat berarti bagi warga Dusun Bantas. Sebanyak 780 kepala keluarga (KK) di dusun tersebut mengalami kesulitan air bersih. Bahkan, saat kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) menghambat distribusi, harga air satu tangki berkapasitas 5.000 liter sempat melonjak dari Rp250.000–Rp300.000 menjadi Rp500.000.

Perbekel Baturinggit, I Gede Putu Telantik, mengatakan Dusun Bantas menjadi wilayah paling parah terdampak dibandingkan dua dusun lainnya. Meski pasokan BBM mulai normal sejak Minggu (18/10) dan harga air berangsur turun, kebutuhan warga masih tinggi.

Telantik berharap pemerintah dan pihak terkait kembali membantu distribusi sekitar 10–15 tangki air, terutama untuk mengisi penampungan umum agar warga lebih mudah mendapatkan air.

Camat Kubu, I Gede Sukanta Winaya, menyebut kekurangan air bersih merupakan persoalan tahunan yang melanda sejumlah wilayah, khususnya kawasan dataran tinggi.

“Memang dari sebelum kemarau warga sudah mengalami kesulitan air. Sekarang kondisi semakin panas dan berkepanjangan, ditambah kelangkaan BBM beberapa hari lalu, sehingga kebutuhan air bersih semakin sulit dipenuhi,” ujarnya.

Selain Juntal dan Baturinggit, Desa Tianyar juga menghadapi persoalan serupa. Sukanta mengatakan sejumlah jaringan air telah tersedia, tetapi belum mengalir sehingga belum dapat dimanfaatkan secara optimal.

Untuk solusi jangka panjang, Pemerintah Desa Baturinggit berharap jaringan air Telaga Waja segera rampung dan menjangkau kawasan dataran tinggi. Jaringan tersebut diharapkan mulai dinikmati masyarakat pada 2027. (tio/bfn)

Exit mobile version