________________________________________________________________________________
DENPASAR – Saat mengunjungi Bali, beberapa waktu lalu Presiden Joko Widodo menyempatkan diri untuk melihat penataan taman Tukad Badung yang berada di Pasar Kumbasari. Saat itu Presiden Joko Widodo sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan pemerintah Kota Denpasar dalam upaya menekan pembuangan sampah dan limbah ke sungai. Salah satunya dengan menjadikan sepanjang aliran sungai sebagai taman yang indah.
Namun pada kesempatan itu, Presiden yang kembali ditetapkan KPU memenangkan pemilihan Presiden RI periode 2019-2024 itu mengkritisi soal belum jernihnya air. Iapun akan mengupayakan untuk mengirimkan alat penjernih air sungai. Ternyata janji itu benar ditepati, buktinya 3 unit Nano Bubble untuk penjernih air ini pun telah dipasang di kawasan Sungai Badung, Taman Kumbasari, Denpasar.
Bantuan Presiden diberikan melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Bahkan, rencananya Kamis (20/6/2019) besok Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Siti Nurbaya Bakar akan mengunjungi kawasan Taman Kumbasari Tukad Badung untuk menyerahkan sekaligus meresmikan pengoperasian Nano bubble ini. Menurut pengawas pemasangan alat ini, Johan dari Kementerian LHK, pemasangan alat ini dilaksanakan selama dua hari sesuai dengan pasokan listrik yang ada. Karena alat ini memerlukan listrik 400 watt.
Kata dia, cara kerja alat ini menghidupkan bakteri atau plankton penjernih air dan menghidupkan bakteri atau plankton yang mati untuk menambah kualitas udara dalam air. “Pada alat ini ada generator oksigen dan ozon dimana kedua zat ini diolah dan masuk ke pompa. Nanti pompa menyemprotkan nano atau mikro dari percampuran itu dengan jaraknya kurang lebih 20 meter,” jelas Johan Rabu (19/6/2019).
