Badung  

Program Kotaku di Badung Kembangkan “SISTER” Menjadi Destinasi Wisata Baru


BADUNG, Balifactualnews.com Menindaklanjuti hasil Lokakarya Program Kotaku (kota tanpa kumuh) tingkat Provinsi Bali, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Kabupaten Badung menyelenggarakan Lokakarya Program Kotaku bertema “Kolaborasi Pencegahan Kumuh” bertempat di ruang pertemuan Inspektorat Kabupaten Badung, Rabu (30/10/19).



Lokakarya yang diikuti 33 orang peserta ini dibuka langsung Kepala Bappeda I Made Wira Dharmajaya itu, juga dalam rangka menyamakan persepsi tentang program Kotaku serta melakukan evaluasi terhadap perencanaan dan kolaborasi pencegahan kumuh di Kabupaten Badung.

“Program yang dilaksanakan secara nasional mencakup Provinsi Bali, sedangkan untuk Kabupaten Badung dilaksanakan di dua Kecamatan yaitu Kecamatan Kuta dan Kuta Utara,” kata Kadis Perkim A.A Ngrh. Bayu Kumara.


Baca : Wabup Badung Minta Pasraman Jaga Kebersamaan Dalam Godaan Dunia Global


Ia mengatakan, Dinas Perkim mengembangkan program “SISTER” yaitu suatu inovasi program yang dilakukan untuk mencegah timbulnya kumuh di daerah bantaran sungai, karena dari hasil survey di Badung potensi titik kumuh mulai bermunculan di daerah bantaran sungai akibat dari pemanfaatan bantaran sungai yang tidak tertata dengan baik.

“Program ini akan menata bantaran sungai sebagai destinasi wisata baru seperti tempat joging track, tempat mancing atau tempat rekreasi” ujarnya.

Bayu Kumara berharap dengan adanya kegiatan wisata itu akan memberikan added value ke masyarakat pemilik lahan untuk mengembangkan usaha ekonomi produktif sekaligus berperan aktif menjaga kebersihan sungai.

Sementara itu, Kepala Bappeda I Made Wira Dharmajaya menyampaikan Kabupaten Badung sebagai salah satu lokasi program Kotaku di Provinsi Bali yang tidak memiliki kawasan kumuh.

Namun seiring pertumbuhan dan perkembangan dinamika pembangunan khususnya di perkotaan akan memunculkan kerawanan terhadap lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi kumuh seperti bantaran sungai dan lahan yang disewakan tanpa pengawasan serta diperburuk dengan pola prilaku masyarakat yang tidak bersih dan sehat.

“Kami berharap Lokakarya ini menjadi salah satu media mencegah tumbuhnya permukiman kumuh dan para peserta dapat memberikan masukan serta merumuskan strategi pelaksanaan program yang bermanfaat dalam upaya meningkatkan kualitas permukiman secara komprehensif -*kedepannya” ujar Wira Dharmajaya.(rus/ger)

Exit mobile version