KARANGASEM, Balifactualnews.com – Pemerintah Kabupaten Karangasem melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (PUPR Perkim) telah menggerakkan sejumlah proyek infrastruktur tahun anggaran 2025. Proyek-proyek tersebut dibiayai melalui APBD Induk 2025 dan saat ini sebagian besar pengerjaan telah dimulai, khususnya di bidang Bina Marga. Sementara itu, proyek-proyek di bidang lain masih dalam tahap proses lelang atau penandatanganan kontrak.
Kepala Dinas PUPR Perkim Karangasem, Wedasmara, menjelaskan bahwa proyek yang sudah berjalan mencakup pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur jalan serta jembatan di beberapa kecamatan. Salah satu proyek utama adalah pembangunan ruas jalan Dlundungan Asti dengan nilai kontrak sebesar Rp1,55 miliar, yang saat ini telah mencapai progres 5,33 persen.
Selain itu, pembangunan jembatan atau box culvert di Tukad Bias Membah pada ruas jalan Telengan–Panti juga telah dimulai, dengan nilai kontrak sebesar Rp1,47 miliar dan progres mencapai 7,37 persen.
Untuk pemeliharaan rutin jalan kabupaten, Wedasmara merinci beberapa lokasi dengan progres pengerjaan bervariasi, antara lain:
-
Bebandem dan Selat: Rp1,93 miliar, progres 3,09 persen
-
Karangasem dan Manggis: Rp2,27 miliar, progres 2,20 persen
-
Rendang dan Sidemen: Rp1,47 miliar, progres 0,67 persen
-
Abang dan Kubu: Rp1,81 miliar, progres 11,19 persen
Selain jaringan jalan, pihaknya juga menangani pemeliharaan dan pembangunan trotoar dengan total anggaran mencapai Rp7,49 miliar untuk seluruh kegiatan trotoar di wilayah kabupaten.
Sementara itu, untuk proyek rekonstruksi jalan, Dinas PUPR Perkim juga mengerjakan beberapa ruas penting dengan rincian:
-
Ruas Batuampin – Kombang: Rp1,57 miliar, progres 1,09 persen
-
Ruas Lean – Bangle: Rp1,55 miliar, progres 1,18 persen
-
Ruas Dlundungan – Darmaji: Rp1,55 miliar, progres 5,70 persen
Total anggaran untuk rekonstruksi jalan secara keseluruhan mencapai Rp4,67 miliar.
Wedasmara menambahkan bahwa seluruh kegiatan fisik yang telah dimulai ini merupakan bagian dari program di bidang Bina Marga. Adapun kegiatan fisik dari bidang lainnya masih dalam proses finalisasi tender. “Beberapa di antaranya sudah mendekati tahap penandatanganan kontrak,” ujarnya.
Sementara itu, untuk proyek-proyek yang dibiayai melalui APBD Perubahan 2025, pihaknya masih belum memberikan data secara resmi. Meski telah tercantum dalam SIPD dan DPPA, pembahasannya masih menunggu keputusan lebih lanjut. (ger/bfn)













