Puri Agung Karangasem Gelar Karya Baligia Utama: Simbol Penyucian Atma Leluhur

Simbol Penyucian Atma Leluhur

puri-agung-karangasem-gelar-karya-baligia-utama
Anak Agung Bagus Parta Wijaya (tengah), selaku Manggala Karya Baligia Utama, Puri Agung Karangasem

KARANGASEM, Balifactualnews.com– Semangat bakti kepada leluhur dan melestarikan warisan budaya spiritual Bali, Puri Agung Karangasem menggelar Upacara Baligia Utama di Taman Sukasada Ujung, Karangasem. Upacara ini akan berlangsung pada tanggal 20 hingga 23 Juli 2025 dan menjadi simbol penyucian atma leluhur menuju alam Siwa Loka.

Upacara ini merupakan bagian dari ritual Pitra Yadnya, yang bertujuan untuk menyempurnakan perjalanan roh leluhur menuju kesucian abadi. Dengan demikian, upacara ini diharapkan dapat membawa kedamaian dan keselamatan bagi masyarakat Karangasem dan sekitarnya.

Penglisir sekaligus, Manggala Karya Baligia Utama Puri Agung Karangasem, Anak Agung Bagus Parta Wijaya, Minggu (13/7/2025), mengungkapkan, upacara Baligia Utama tahun ini diikuti oleh 104 sekah puspa, termasuk 17 puspa Puri, dan akan dihadiri 100 sulinggih Siwa dan Buda dari berbagai penjuru Karangasem. Upacara ini juga menjadi ruang edukasi budaya dan regenerasi spiritual, melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam pembuatan wewangunan, puspa lingga, hingga pementasan seni-seni ritual.

“Melalui upacara ini (Baligia Utama), kami tidak hanya mengenang leluhur, tetapi juga menanamkan nilai-nilai spiritual dan filosofi hidup Bali dalam setiap aspek kehidupan. Ini adalah momentum penting untuk memperkuat identitas budaya dan memperkokoh harmoni komunitas,” kata Anak Agung Bagus Parta Wijaya, Pengelingsir Puri Agung Karangasem.

Sementara itu, dari 104 sekah puspa, termasuk 17 puspa Puri milik Puri Agung Karangasem, di antaranya  merupakan tokoh-tokoh besar Bali, seperti Prof. A.A. Agung Gede Putra Agung dan Anak Agung Istri Agung Raka Padmi. 

“Karya agung ini diawali dari prosesi spiritual sejak akhir 2024, seperti Ngaku Ngagem, Bumi Sudha, Mendak Tirta, hingga mencapai puncak Utpeti pada 20 Juli  mendatang,” ucapnya. 

Bukan hanya itu, upacara ini juga memperlihatkan kekuatan kolaborasi antar etnis dan antar agama di Karangasem, dengan warga Braya Muslim di sekitar lokasi turut serta dalam menjaga kebersihan, keamanan, hingga menyediakan layanan kuliner di area Nista Mandala.

Dengan demikian, Upacara Baligia Utama menjadi salah satu ritual penting dalam ajaran Hindu di Bali untuk menghormati leluhur dan mencapai keselamatan spiritual.

“Baligia merupakan ritual suci yang didasarkan pada ajaran Lontar Baligya. Lontar ini menjelaskan bahwa tubuh manusia terdiri atas tiga unsur utama, yakni, Setula Sarira, Suksma Sarira, dan Antahkarana Sarira. Melalui upacara ini, roh manusia diharapkan dapat menyempurnakan perjalanannya menuju kesucian abadi dan bersatu dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa sebagai Dewa Pitara. Upacara  ini menjadi salah satu ritual penting dalam ajaran Hindu di Bali untuk menghormati leluhur dan mencapai keselamatan spiritual,” jelas Anak Agung Bagus Parta Wijaya.

Rangkaian dari Upacara Baligia Utama Puri Agung Karangasem, Minggu (13/7) dilaksanakan prosesi ngedetin ke pantai Ujung, Desa Tumbu. Prosesi ini menjadi salah satu momen penting, setelah sebelumnya dilakukan upacara ngangget don bingin sebagai bagian dari persiapan ritual. 

“Prosesi ini merupakan simbol penyucian dan penghormatan kepada leluhur, serta menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi spiritual masyarakat Karangasem. Prosesi ini diharapkan dapat membawa berkah dan keselamatan bagi seluruh masyarakat,” kata AA Bagus Parta Wijaya. (tio/bfn)

 

Exit mobile version