DENPASAR, Balifactualnews.com – Ratusan Atlet kota Denpasar menjalani tes fisik tahap akhir di GOR Kompyang Sujana Denpasar 2-3 Agustus 2025. Tes fisik ini untuk mengukur kualitas fisik para atlet sebelum turun di ajang Porprov Bali 2025.
Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Denpasar Putu Yudiatmika mengutarakan tercatat 850 atlet yang ambil bagian di tes fisik . “Ini bentuk langkah KONI Denpasar terus menggenjot kemampuan atlet pada seluruh cabang olahraga yang akan turun di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali September mendatangtermasuk mengecek persiapan fisik ,mera,” tutur Ketua Umum KONI Denpasar Putu Yudiatmika diKONI Denpasar, Senin (4/8/2025).
Dijelaskannya, semua cabang olahraga (cabor) ditargetkan meraih hasil maksimal di ajang
bergengsi dua tahunan itu. KONI Denpasar tidak akan membeda-bedakan atlet dan cabor, karena semua cabor akan menjadi kuda hitam untuk mengumpulkan pundi-pundi emas untuk kontingen Denpasar.
Menyoal jumlah cabor yang saat ini menghuni grade 1, Putu Yudiatmika mengungkapkan, banyak acuan yang digunakan untuk menentukan grade cabang olahraga di Kota Denpasar.
Tolok ukur pertama memang dinilai dari cabor yang bersangkutan merupakan Juara Umum Porprov, tetapi selain itu ada acuan lain yang dipakai seperti peningkatan prestasi atlet di tingkat Nasional, hingga potensi cabor mencetak atlet-atlet potensial.
“Pada Porporv Bali 2025 ini Kontingen Denpasar akan menurunkan 850 atlet dikawal 200 orang pelatih. Dari jumlah tersebut, peluang medali emas saat ini cukup tebruka di angka 210 medali emas, dan berpeluang merebut podium Juara Umum Porprov Bali 2025,” imbuhnya..
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Denpasar juga terus menggenjot kualitas para atlet sebelum turun di ajang porprov.Semua cabor akan menjadi kuda hitam untuk meraup pundi-pundi emas untuk Kontingen Denpasar
“Semua cabang olahraga ditargetkan meraih hasil maksimal di ajang bergengsi dua tahunan ini. Semua cabor akan menjadi kuda hitam untuk mengumpulkan pundi-pundi emas untuk,’tegasYudi Atmika.
“Peningkatan prestasi atlet harus terus dilakukani tingkat Nasional, termasuk potensi cabor mencetak atlet-atlet potensial juga harus digenjot,”demikian YudiAtmika. (ari/jon).
