________________________________________________________________________________
KARANGASEM — Di Bali, megibung (makan bersama dalam wadah) biasanya dilakukan warga yang beragama Hindu setiap ada kegiatan adat, namun beda halnya dengan di Karangasem. Tradisi makan bersama yang dibalut nuansa keagamaan juga dilakukan umat Muslim.
Megibung sudah menjadi tradisi khusus krama umat Muslim Banjar Saren Jawa, Desa Budakeling, Bebandem, setiap merayakan Hari Raya Idul Fitri, yang datang setiap satu tahun sekali. Seperti Hari Idul Fitri 1440 H tahun ini, ratusan krama muslim Saren Jawa (laki-perempuan Red) duduk melingkar di pelataran Masjid setempat. Mereka megibung dan menyntap makanan yang dibawa dari rumah masing-masing bersama krama muslim lainnya. Tak Layaknya megibung krma Hindu, krama Muslim Saren Jawa juga melenkapi menu megibunya dengan sate lilit khas Bali,
“Tradisi megibung, sudah ada sejak kampung ini ada,” tutur salah satu pemuka masyarakat, Komang Asmuni. Ia menuturkan, kendati masyarakat Saren Jawa beragama Islam, namun segala bentuk tradisi di dalamnya, masih berpedoman ,dengan tradisi masyarakat Bali setempat. “Bahasa pengantar kami di Masjid juga Bahasa Bali Halus,” tutur Asmuni.
