DENPASAR, Balifactualnews.com – Sanggar Seni Taksu Murti Kemanisan dari Kelurahan Legian, Kecamatan Kuta, berhasil mencuri perhatian penonton saat tampil sebagai Duta Kabupaten Badung dalam Utsawa (Parade) Angklung Kebyar pada Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026. Bertempat di Kalangan Ratna Kanda, Taman Budaya Art Center Bali, kelompok seni ini menyuguhkan pertunjukan yang memadukan kekuatan tabuh, tari, dan nilai-nilai filosofi khas Bali.
Penampilan tersebut menjadi hasil dari proses pembinaan dan latihan yang dilakukan secara intensif selama beberapa bulan. Sebelum tampil di panggung PKB, seluruh materi pertunjukan telah melalui tahapan evaluasi oleh Pemerintah Kabupaten Badung bersama jajaran DPRD Badung untuk memastikan kualitas musikal, teknik permainan, serta kekompakan para penabuh dan penari.
Ketua Sanggar Seni Taksu Murti Kemanisan, I Made Nova Antara, mengatakan seluruh garapan yang ditampilkan tahun ini disusun dengan mengacu pada tema besar PKB XLVIII, yakni Atma Kerthi, yang mengandung makna memuliakan dan menyucikan jiwa.
Ia menjelaskan, pertunjukan diawali dengan Tari Wiranata yang menggambarkan semangat kepahlawanan dan keberanian. Selanjutnya, penonton disuguhkan Tabuh Keklentangan bertema Manuk Dewata yang merepresentasikan sarana dalam prosesi pengabenan. Garapan berikutnya adalah tari kreasi berjudul Luwih Linggih, yang mengisahkan perjalanan atma menuju tempat yang suci dan mulia setelah menyelesaikan kehidupan di dunia.
“Kami menyusun seluruh materi agar saling berkaitan dengan tema PKB tahun ini. Setiap karya memiliki makna tentang perjalanan dan penghormatan terhadap atma sesuai filosofi Atma Kerthi,” ujar Nova Antara.
Pergelaran kemudian ditutup dengan Tabuh Kreasi Ugal-Agil, sebuah komposisi yang mengangkat kisah perjalanan atma melintasi Titi Ugal Agil, jembatan yang dalam kepercayaan masyarakat Bali menjadi simbol berbagai ujian sebelum mencapai kesucian. Melalui rangkaian karya tersebut, pesan spiritual mengenai penghormatan terhadap jiwa disampaikan secara utuh melalui perpaduan musik, tari, dan visual pertunjukan.
Nova Antara mengungkapkan bahwa persiapan menuju PKB dilakukan selama kurang lebih empat bulan dengan melibatkan 44 seniman yang seluruhnya merupakan krama Desa Adat Legian. Selama proses latihan, para pemain dibina secara intensif untuk menghasilkan pertunjukan yang tidak hanya berkualitas secara teknis, tetapi juga mampu menyampaikan makna filosofis kepada penonton.
Salah satu daya tarik utama dalam pementasan ini terlihat pada pengemasan visual yang teatrikal. Nuansa prosesi pengabenan ditampilkan secara artistik melalui kemunculan figur raksasa sebagai simbol penguji perjalanan atma, penari yang diangkat tinggi dengan balutan kain panjang, hingga penggunaan bokoran yang ditransformasikan menjadi hiasan kepala berbentuk daksina linggih. Seluruh elemen tersebut memperkuat suasana sakral sekaligus memperkaya estetika pertunjukan.
Penampilan Duta Kabupaten Badung mendapat sambutan hangat dari ratusan penonton yang memadati arena pertunjukan, termasuk wisatawan mancanegara yang turut menyaksikan jalannya pementasan. Riuh tepuk tangan yang menggema di akhir acara menjadi bentuk apresiasi atas kualitas garapan yang disuguhkan.
Keberhasilan Sanggar Seni Taksu Murti Kemanisan tampil di panggung PKB 2026 menjadi bukti bahwa semangat pelestarian seni tradisi di kawasan pariwisata Legian tetap tumbuh kuat. Melalui kreativitas generasi muda, seni Angklung Kebyar tidak hanya mampu mempertahankan nilai-nilai budaya Bali, tetapi juga terus berkembang sebagai identitas budaya yang relevan dan berdaya saing di tingkat yang lebih luas. (ims/bfn)
