Utama  

Satu Kasus Positif Covid-19, Pasar Bebandem Ditutup

Pasar Bebandem akan  ditutup, setelah ditemukan salah seorang pedagang kecambah asal kelurahan Padangkerta, Karangasem, dan dan seorang PMI asal Banjar  Dinas Desa Tengah, Bebandem positif Covid-19 (foto:Ida Ketut Santosa)

KARANGASEM Balifactualnews.com — Satgas Gotong Royong Pencegahan Covid-19, Desa Adat Bebandem, akan menutup total aktivitas pasar, menyusul ditemukannya seorang  warga PMI asal Banjar Dinas Desa Tengah, Desa Bebandem, terkonfirmasi, positif Covid-19.

Penutupan pasar juga sebagai upaya pencegahan  penyebaran Virus Corona, berkaitan seorang pedagang kecambah dari Lingkungan Padangkerta Kaler, Kelurahan Padangkerta  yang berjualan di Pasar Bebandem, yang juga  dinyatakan positif terpapar virus tersebut.

Ketua Satgas  Gotong Royong  Desa Adat Bebandem, I Gede Warsa, dikonfirmasi, Kamis (30/4/20), membenarkan  hal itu. Dia mengatakan,   sterilisasi wilayah pasar akan   dimulai sejak tanggal 1 Mei dan berakhir hingga 10 Mei mendatang.

“Semua Pasar kita tutup  pada hari pasaran Beteng, tapi untuk pasaran Kajeng dan Pasah (Busaya)  tetap dibuka seperti biasa,”ucap Gede Warsa.

Dijelaskan,  penutupan semua pasar pada pasaran Beteng, karena wilayah Kecamatan  Bebandem, khususnya wilayah Desa Adat Bebandem, sudah masuk dalam zona merah Covid-19. Berangkat dari peningkatan status itu Satgas Gotong Royong dan prajuru Desa Adat Bebandem menyepakati untuk melakukan  langkah mensteril semua pasar yang ada disana.

“Selama dilakukan penutupan pasar Beteng. Desa Adat akan menggelar upacara Ngeneng-Ngening. Berkaitan dengan  pelaksanaan upacara tersebut masyarakat dihimbau untuk bekerja di rumah dan tidak diizinkan keluar rumah selama tidak ada kepentingan yang mendesak,” jelasnya.

Atas penutupan pasar tersebut,  Satgas Gotong Royong dan prajuru Desa Adat Bebandem,  menyampaikan permakluman kepada semua pihak. Pasalnya penutupan pasar bertujuan untuk menyelamatkan warga dari pandemi Covid-19. (tio/son/bfn)

Exit mobile version