BULELENG, Balifactualnews.com – Memasuki hari terakhir Operasi Keselamatan Agung 2024 yang dilaksanakan selama 14 hari dari tanggal 4 s/d 17 Maret 2024, Polres Buleleng mencatat setidaknya 2 ribuan pelanggaran lalu lintas ditindak di Kabupaten Buleleng.
Hal tersebut disampaikan Kasi Humas Polres Buleleng, AKP Gede Darma Diatmika S.H saat ditemui di ruang kerjanya, pada Minggu (17/3/2024). “Hari ini hari terakhir Operasi Keselamatan, berdasarkan data terakhir yang kami terima setidaknya sudah menindak 2.078 pelanggaran lalu lintas. Pelanggar tersebut didominasi oleh kendaraan sepeda motor dengan jenis pelanggaran yang bervariasi mulai dengan tidak menggunakan helm, tidak membawa surat kelengkapan, hingga kendaraan yang tidak sesuai spesifikasi standar,” ungkapnya.
Namun demikian AKP Darma Diatmika mengatakan bahwa Polisi Buleleng tidak memberikan tilang. “Tidak ada tilang, tindakan yang diberikan hanya berupa teguran. tujuan dari Operasi Keselamatan ini meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas, pendekatan yang diambil bisa bermacam-macam. Saat ini kami lebih fokus dengan memberikan edukasi,” jelasnya.
Meskipun dengan tingkat curah hujan yang tinggi akhir-akhir ini di Buleleng, jika dibandingkan angka kecelakaan selama Operasi Keselamatan Agung tahun ini dan tahun lalu terdapat penurunan. Tahun lalu terdapat 24 laka lantas dengan 4 korban meninggal, 41 orang luka dengan perkiraan kerugian mencapai Rp. 38 juta, di tahun ini turun menjadi 14 laka lantas tanpa korban meninggal dan 21 orang luka dengan perkiraan kerugian Rp. 12 juta.
AKP Darma Diatmika berharap semua pihak turut serta dalam memahami pentingnya akan keselamatan berlalu lintas. “Ini tanggung jawab kita semua, kita harus saling mengingatkan terlebih saat ini cuaca sangat tidak bersahabat, dan kami (Polres Buleleng) siap sedia untuk turun kelapangan apabila ada tanah longsor ataupun pohon tumbang seperti kemarin,” harapnya. (tya/bfn)
