Setoran Truk Seret, Sopir 21 Tahun Dibakar Hidup-Hidup

setoran-truk-seret-sopir-21-tahun-dibakar-hidup-hidup
Korban saat masih dirawat di RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah, Sanglah

KARANGASEM, Balifactualnews.com – Persoalan setoran truk berujung aksi brutal. Seorang sopir truk berinisial Gede Selamet ( GS-21), warga Desa Muncan, Kecamatan Selat, Karangasem, diduga dibakar hidup-hidup oleh bosnya sendiri, Jumat (18/9) siang.

Peristiwa itu terjadi di kamar korban berukuran sekitar 3×4 meter. Saat kejadian, GS disebut sedang sakit dan sudah dua hari tidak bekerja.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, terduga pelaku ( PCY-37 ) warga Desa Pesaban Rendang datang ke rumah korban untuk menanyakan setoran truk yang disebut telah menunggak selama 15 hari. Pelaku kemudian masuk ke kamar dan mendapati korban sedang beristirahat.

Persoalan setoran kemudian memicu cekcok. Korban disebut hanya mampu menyerahkan sebagian uang setoran. Diduga tidak terima dengan jumlah tersebut, pelaku melempar uang ke lantai.

Situasi berubah menjadi aksi kekerasan ketika pelaku diduga menyiramkan pertalite yang sebelumnya telah dibawa, lalu membakar korban. Api juga membakar bagian kamar tempat korban beristirahat.

Dalam kondisi tubuh terbakar, GS berusaha menyelamatkan diri dengan berlari keluar kamar. Seorang warga yang melihat kejadian tersebut langsung berteriak meminta pertolongan. Warga kemudian berdatangan dan membantu mengevakuasi korban ke Puskesmas Selat.

Kapolres Karangasem AKBP I Made Santika membenarkan kejadian tersebut. Korban mengalami luka bakar sekitar 40 persen dan telah dirujuk ke RS Prof Ngoerah (Sanglah), Denpasar.

“Pelaku sudah diamankan. Pelaku adalah bos korban. Menurut keterangan yang diperoleh, korban ini sudah 15 hari belum setor. Selain itu, ada riwayat meminjam uang juga.

Kemungkinan bosnya emosi, terjadi cekcok hingga akhirnya terjadi pembakaran,” ujar Santika.
Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk botol yang diduga menjadi wadah pertalite untuk membakar korban.

Penyidik masih mendalami rangkaian kejadian tersebut, termasuk keterangan para saksi serta asal pertalite yang digunakan dalam aksi pembakaran. Terduga pelaku kini telah diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. (tio/bfn)