KARANGASEM, Balifactualnews.com—Maksud hati bisa menikmati keindahan alam bawah laut Banyuning, Desa Bunutan, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, malah petaka yang menimpa. Musibah ini dialami I Dewa Gede Puja Astawa.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban ditemukan mengambang di pantai Waru dalam kondisi tak bernyawa oleh seorang nelayan setempat bernama I Wayan Putu, sekitar pukul 10:30 Wita.
Sebelumnya, sekitar pukul 10.00 Wita, korban dilihat oleh warga dan nelayan menghantar empat orang wisatawan asing untuk snorkling di peraran tersebut. Sebagai pemandu wisata, korban juga ikut melaksanakan kegiatan itu.
“Saya melihat korban dari bibir pantai dalam kondisi mengambang di laut tanpa ada pergerakan. Saya curiga dan memanggil teman nelayan untuk mengeceknya. Saat didekati ternyata korban sudah meninggal dunia,” ucap Wayan Putu saat melaporkan kejadian itu kepada Babinkamtimas dan Babinsa Desa Bunutan.
Terpisah, Kapolsek Abang AKP Kadek Suadnyana membenarkan kejadian itu. Dia mengatakan, begitu laporan masuk pihaknya sudah melakukan langkah evakuasi korban.
“Saat ditemukan, korban masih berpakaian lengkap snorkeling. Kondisi tubuhnya lemas dan mulut mengeluarkan busa putih bercampur darah. Hasil pemeriksaan medis korban dipekirakan sudah menenggal 1 jam sebelum ditemukan,” terangnya.
Saat dilakukan pemeriksaan luar, lanjut AKP Suadnyana, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan akibat perlakuan orang lain di tubuh korban. Kapolsek menyimpulkan, korban meninggal dunia murni karena tenggelam saat berwisata snorkeling. Kesimpulan itu diperkuat selain karena tidak ada tanda-tanda kekerasan, lidah korban juga tidak menjulur dan pada kelamin dan anus tidak mengeluarkan cairan dan kotoran.
“Hasil pemeriksaan luar dari petugas medis Puskesmas Abang 2, diperkirakan perkirakan korban meninggal dunia akibat tenggelam pada saat nelaksanakan wisata snorkeling. Untuk mengetahui penyebab kematiannya diperlukan langkah-langkah autopsi,” tandasnya. (tio/bfn)
