Utama  

Suasana Pasar Bebandem Setelah Diberlakukan Penutupan Selama 10 Hari

 

SEPI-Suasana Pasar Bebandem setelah dilakukan penutupan sejak Jumat (1/5/20), tampak begitu sepi dan lengang. (foto: Ida Ketut Santosa)

KARANGASEM Balifactualnews.com—Satgas Gotong Royong Covid-19, Desa Adat Bebandem, Desa/kecamatan Bebandem, bergerak cepat dalam mengantisipasi penyebaran Virus Corona,  yang semakin mewabah di Karangasem.

Langkah cepat  itu dibuktikan dengan melakukan penutupan fasilitas umum berupa   pasar yang ada disana. Penutupan ini merupakan imbas dari ditemukannya seorang pedagang kecambah di Pasar Bebandem asal Lingkungan Padangkerta Kaler, Kelurahan Padangkerta, Karangasem dan seorang PMI asal Banjar Dinas Desa Tengah, Desa Bebandem yang dinyatakan positif terpapar Covid-19.

Pantauan di lapangan, Jumat (1/5/20), menyebutkan,  suasana jalan protokol di Desa Adat Bebandem, tampak begitu sepi dan lengang. Ditutupnya kompleks pertokoan dan warung yang ada di Pasar Bebandem  juga membuat suasana desa itu menjadi sunyi. Maklum sejak Jumat hari ini, Desa Adat Bebandem sedang memberlakukan upacara Ngeneng-Ngengin,  dengan  mewajibkan warganya untuk bekerja di rumah masing-masing.

“Hari ini  pasaran Beteng, semua pasar kita tutup. Ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Virus Corona yang sudah semakin mewabah,” ucap Ketua Satgas Gotong Royong Covid-19, Desa Adat Bebandem, I Gede Warsa, disela-sela pemantauan kondisi pasar pagi tadi.

PANTAU-Satgas Gotong Royong Covid-19, Desa Adat Bebandem sedang melakukan pemantauan terhadap warga  yang  lalu lalang di wilayah Desa. (foto: Ida Ketut Santosa)

Didampingi anggota Satgas Ida Ketut Santosa, Warsa mengatakan, penutupan pasar umum  Bebandem  hanya berlaku  saat pasaran Beteng saja, sedangkan pasaran Kejeng dan Pasah (besaye) masih tetap berjalan seperti biasa, karena dikhususkan untuk warga lokal.

“Mudah-mudahan dengan penutupan pasar Beteng ini, pencegahan penyebaran Virus Corona makin cepat bisa dilakukan,” ucap Warsa.

Mengingat semakin tingginya angka positif Covid-19 di Karangasem, pihaknya menghimbau agar masyarakat tidak lagi memboya dengan instruksi  pemerintah, seperti selalu menggunakan masker baik di dalam maupun di luar rumah, rajin mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir,  menghindari keramaian dan  menerapkan sosial dan physical distancing.

“Dengan semakin banyaknya kasus positif yang ada,  kami harapkan masyarakat tidak lagi bengkung  terhadap apa yang diinstruksikan pemerintah.  Jika tidak memiliki kepentingan untuk keluar rumah, sebaiknya masyarakat tinggal di rumah saja. Ini  penting dilakukan guna mencegah penyebaran Virus Corona yang sudah semakin mewabah,”  tandasnya. (tio/son/bfn)

Exit mobile version