KARANGASEM, Balifactualnews.com– Penyaluran dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD) ke desa-desa yang ada di Kabupaten Karangasem tahun 2024 nilainya cukup besar. Berdasarkan data yang diterima di Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Karangasem, alokasi DD mencapai Rp 78 miliar lebih, dan ADD mencapai Rp 100 Miliar lebih.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Karangasem, I Made Sugiartha, Jumat (7/11/2024), mengungkapkan, berdasarkan data lima tahun terakhir, penyaluran DD ke 75 desa di Karangasem paling besar terjadi pada tahun 2021, yakni mencapai Rp 85.289.248.00. Tahun 2020 penyaluran DD sebesar Rp 81.803.656.000, kemudian tahun 2022 sebesar Rp 77.843.710.000, tahun 2023 Rp 77.300.664.000, dan tahun 2024 alokasi DD yang disalurkan sebesar Rp 78.219.707.000.
Sementara itu, penyaluran alokasi dana desa (ADD) dalam kurun waktu lima tahun terakhir, yang paling besar terjadi tahun 2024, yaitu sebesar Rp 100.101.552.625. kemudian tahun 2020 sebesar Rp 73.712.626.900), tahun 2021 sebesar Rp71.898.274.500, tahun 2022 sebesar Rp 82.907.279.820, dan tahun 2023 sebesar Rp.92.432.890.000.
“Masing-masing desa mendapatkan dana desa dan alokasi dana desa tidak sama, jumlahnya berbeda-beda karena penerima disesuaikan dengan luas wilayah dan jumlah penduduk di desa tersebut,” jelasnya.
Disinggung pengawasan dalam penggunaan dana ini yang dilakukan oleh Dinas PMD Karangasem, Sugiarta menegaskan, kalau pengawasan pemakaian atau penggunaan dana ini, yakni mengendalikan melalui pelaporan aplikasi Siskeudes. Selain itu juga, pihaknya juga melaksanakan rapat tatap muka langsung, diberikan arahan langsung oleh bupati. “Selain itu, dalam pengawasannya kami juga langsung turun ke desa-desa untuk melakukan pembinaan terkait penggunaan dana tersebut agar dipergunakan sesuai dengan aturan,” jelas Sugiartha. (ger/bfn)
