Teropong Niskala Pilkada Karangasem ( 2 )

*Akan Ada Tumbal, Waspadai Peredaran Uang Gaib

 


KARANGASEM,Balifactuanews.com—Pilkada Karangasem tinggal  dua pekan lagi. Tensi politik tak hanya cadas dipermukaan gumi lahar, di alam niskala suksesi pemimpin Karangasem pada 9 Desember 2020, juga penuh riak. Teropong niskala Jro Gede Mahendra, bahwa akan ada peredaran uang gaib dalam perebutan tahta kepemimpinan di kabupaten ujung timur Bali itu.

“Secara kasat mata tanda-tanda itu sudah mulai terasa.  Saat ini banyak warga Karangasem   yang mengeluhkan  kedua tangan dan kakinya tiba-tiba  lemas, bahkan ada yang sampai masuk rumah sakit. Ini sebagai tanda kalau ilmu gaib sudah masuk ke Karangasem, siapa yang lemah mereka akan kena,”  ungkap  pria yang juga akrab disapa Jro Agni Bradah, Jumat (27/11/20).

Tanda-tanda tersebut, menurut Jro Agni Bradah, baru sebatas “teror’ ringan,   tujuannya untuk memperkecil partisipasi pemilih ke TPS  melakukan pencoblosan pada 9 Desember nanti.  Hanya saja, Jro Agni Bradah tidak mau mengupas tuntas hasil teropongannya. Agni Bradah  juga tidak ingin menyebutkan  calon pemimpin Karangasem yang menggunakan bantuan ilmu gaib itu.

Baca : Teropong Niskala Pilkada Karangasem (1)

“Gak elok kalau saya sebutkan. Saya  hanya mengingatkan saja agar masyarakat lebih waspada. Menerima uang gaib resikonya sangat tinggi, ada kaitannya dengan tumbal,” tegasnya.

Pilkada Karangasem tahun ini,  mengingatkan Jro Agni Bradah dengan kejadian di Lampung dulu. Saat itu, dia mendapatkan undangan untuk ikut mendoakan seseorang maju sebagai bupati. Aura mistis juga sangat kuat dirasakan dalam perebutan kursi tersebut.

“Ilmu gaib memiliki  kekuatan hitam  yang cukup kuat untuk mendapatkan suara, tetapi semua itu tetap ada batasannya.  Karangasem gumi suci, juga sakral. Sangat berisiko bagi calon pemimpin yang coba-coba menggunakan ilmu itu demi mendapatkan kedudukan nanti,” terang Jro Agni Bradah.

Pilkada Karangasem, lanjut Agni Bradah, memiliki nuansa mistis yang kuat. Alasannya juga dinilai sangat logik. Pandemi Covid-19 membuat masyarakat fokus pada perbaikan ekonomi, yang sangat menguras energi kehidupan, berbuntut pada penggalangan suara yang dilakukan calon pemimpin Karangasem sedikit mengalami hambatan.

“Kondisi ini dijadikan celah bagi calon pemimpin Karangasem untuk mencari tokoh “sakti”. Tujuannya agar bisa membantu mempergunakan kekuatan-kekuatan mistis  untuk memenangkan pertarungan dalam Pilkada 9 Desember nanti,”terangnya. (tio/bfn)

Exit mobile version