KARANGASEM, Balifactualnews.com—Selain di RS Bali Med, ratusan pasien di RSUD Karangasem untuk sementara di rawat di luar ruangan (halaman rumah sakit). Itu dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, meyusul gempa bumi berkekuatan 5.4 Magnitudo yang mengguncang Karangasem, Selasa (13/12/2022) sore, memunculkan beberapa kali gempa susulan.
Kabid pelayanan RSUD I Komang Wirya, mengatakan, semua pasien yang ada di RSUD untuk sentara dirawat di luar ruangan. “Pasien yang dirawat secara keseluruhan jumlahnya sekitar seratus orang. Karena pasien di gedung Wijaya Kusuma, Tunjung semua sudah dibawa keluar,” ucapnya.
Wirya, mengatakan, semua pasien dirawat diluar untuk mengantisifasi hal-hal yang tidak diinginkan. Karena berapa terjadi gempa susulan. “Pasien masih ketakutan. Demi menjaga psikologis pasien untuk sementara kami rawat dulu di dalam tenda yang didirikan di halaman rumah sakit,” terangnya
Sama seperti di RS Bali Med, mengantisipasi kemungkinan terjadi akibat gempa tersebut, pihak BPBD Karangasem juga mendirikan tenda darurat di halaman rumah sakit. Tenda ini dibangun untuk memberikan kenyamanan kepada pasien serta untuk mencegah pasien agar tidak diguyur hujan.
Kepala Pelaksana BPBD Karangasem, IB Ketut Arimbawa mengatakan, saat ini pihaknya tengah mempersiapkan tenda untuk dibangun di RSUD Karangasem. “Kami dirikan tenda, karena pasien tidak berani tinggal di dalam gedung. Kendati kondisi rumah sakit aman, namun mereka masih takut dengan adanya gempa susulan,” kata Arimbawa, seraya menambahkan tenda yang akan dibangunnya itu berukuran 12 x 6 meter.
Dia menjelaskan, untuk kerusakan sejuah ini laporan yang diterima bekum ada kerusakan berat. Baru hanya menerima laporan genteng rumah warga yang berjatuhan. “Sejuah ini kami masih terus lakukan koordinasi dilapangan untuk update situasi dampak terkini. Korban masih nihil, semoga tidak ada,” pungkasnya. (tio/bfn)
